Dorong Pertumbuhan Daerah, Kemenperin Fokus Kembangkan Wirausaha Industri
Minggu, 14 Des 2025, 04:10 WIBJakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat peran wirausaha industri baru dalam negeri untuk mengentaskan kemiskinan sekaligus memajukan perekonomian daerah.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (13/12), menyampaikan penguatan peran wirausaha industri baru tersebut dilakukan melalui program pendampingan yang berkelanjutan.
Langkah ini dilakukan sebagaimana Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
âDalam Inpres tersebut diamanatkan pula penggunaan data tunggal sosial dan ekonomi nasional untuk menentukan sasaran program. Karena itu, dilaksanakan pilot project kolaborasi antara program pengembangan Wirausaha Baru (WUB) yang dijalankan Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) dengan Program Perlindungan Sosial Ekonomi (PPSE) Kementerian Sosial,â kata dia.
Pada 2026, lanjut dia, program sinergi kementerian ini akan dilaksanakan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan melibatkan pemerintah daerah setempat.
âSinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah seperti ini merupakan kunci utama percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem,â kata Agus.
Sebagai tindak lanjut, Kemenperin melalui Ditjen IKMA telah menyelenggarakan Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Industri Kecil Olahan Pangan di Kabupaten Sleman pada 27â30 November 2025. Program ini diikuti sebanyak 25 peserta dan merupakan bagian dari implementasi Inpres 8/2025.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menyampaikan, sektor industri khususnya industri kecil menengah (IKM), memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
âSektor IKM menyumbang 99,79 persen dari total 4,4 juta unit usaha industri, menyerap 65,52 persen tenaga kerja industri, serta berkontribusi 3,56 persen terhadap PDB. Ini menunjukkan peran strategis IKM dalam memperkuat perekonomian Indonesia,â katanya.
Menurut dia, pengembangan wirausaha baru tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak, mengingat dibutuhkan dukungan dalam peningkatan keterampilan SDM, penguasaan teknologi, kemudahan perizinan, hingga akses pasar.
Oleh karena itu, Ditjen IKMA melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan, terutama bagi generasi muda dan pelaku industri kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Program penumbuhan wirausaha baru dilaksanakan melalui rangkaian pendampingan, mulai dari materi umum seperti perizinan, motivasi usaha, pembukuan sederhana, hingga pemasaran. Peserta juga mendapatkan pelatihan teknis produksi, kunjungan industri, serta bantuan starter kit.
âKami berharap program ini mampu mencetak wirausaha baru yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing, sehingga mampu membuka lapangan kerja serta mendorong perekonomian daerah,â kata Reni.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pasukan Khusus AS Ingin Membuat Penyelam Tempurnya Lebih Sulit Dideteksi Sensor Bawah Laut Russia dan Tiongkok
-
Penyaluran 654 Ribu Liter Air Bersih untuk Mengatasi Kekeringan
-
Seorang Kakek terseret arus Sungai Kajuara Sejauh Dua Kilometer
-
Pakar: Pangan dan Rupiah Jadi Dua Kunci Meredam Inflasi
-
Intervensi Terpadu untuk Menekan Angka Stunting
-
Dua Lipa Gugat Samsung atas Pelanggaran Hak Penggunaan Gambarnya
-
Midea Resmikan Kitchen Pro Shop Ketiga di Gading Serpong
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.