DIY Mantapkan 2026 sebagai Tahun Fondasi Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan
Jumat, 12 Des 2025, 09:30 WIBYOGYAKARTA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menempatkan sektor pariwisata sebagai pusat arah pembangunan daerah pada 2026. Selain menjadi penggerak ekonomi, pariwisata diproyeksikan menjadi instrumen pemuliaan budaya dan penguatan keberlanjutan lingkungan. Penegasan ini disampaikan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, yang mewakili Sekda DIY saat memberikan keynote speech pada Forum Group Discussion (FGD) Yogyakarta Tourism Outlook 2025/2026 di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Kamis (11/12).
FGD yang diselenggarakan Dinas Pariwisata DIY bekerja sama dengan Bank Indonesia DIY dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY ini mempertemukan pemangku kepentingan nasional dan daerah untuk membahas arah pengembangan pariwisata Yogyakarta. Perwakilan kementerian, lembaga perencanaan nasional, industri, akademisi, hingga komunitas turut hadir memetakan peluang serta tantangan sektor ini.
Di hadapan peserta, Noviar memaparkan bahwa perekonomian DIY hingga triwulan III 2025 menunjukkan pertumbuhan positif mencapai 5,4 persen, lebih tinggi dari tingkat nasional. Sektor penyediaan akomodasi dan makan-minumâpenopang utama aktivitas kepariwisataanâtumbuh di atas rata-rata perekonomian daerah. Kondisi ini menegaskan bahwa pariwisata memainkan peran sentral dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
âTren tersebut menjadi modal optimisme memasuki 2026. Pariwisata tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi penggerak ekonomi yang memberikan efek ganda terhadap industri kreatif, UMKM, transportasi, jasa, hingga pemberdayaan masyarakat. Tantangan global justru mengarahkan pariwisata menuju kualitas, nilai, dan keberlanjutan,â tuturnya.
Ia menyoroti lima tren utama pariwisata masa depan: personalisasi berbasis teknologi, wisata kebugaran, pariwisata berkelanjutan, penguatan ekosistem MICE, dan wisata berbasis pendalaman budaya. âMenariknya, kelima tren itu sangat selaras dengan karakter Yogyakarta yang berlandaskan makna, kebudayaan, dan kearifan lokal,â kata Noviar.
Dalam rencana jangka panjang, Pemda DIY telah menetapkan pariwisata berkualitas sebagai fondasi transformasi ekonomi daerah. RPJP DIY 2025â2045 mengamanatkan pengembangan destinasi dan industri pariwisata yang inklusif, adaptif, dan berbasis kearifan lokal. Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) 2026â2045 juga tengah difinalisasi sebagai pedoman arah kebijakan lintas sektor.
Ripparda mengusung visi âPariwisata berkualitas, berdaya saing internasional, inklusif, dan berkelanjutan untuk mewujudkan DIY yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan dijiwai kebudayaan dan keistimewaan,â yang diterjemahkan ke dalam strategi pengembangan destinasi, industri, pemasaran, kelembagaan, dan SDM pariwisata.
Tahun 2026 diposisikan sebagai fase peletakan fondasi Pembangunan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan mutu destinasi, tata kelola yang lebih kuat, kompetensi SDM, promosi terpadu, serta pembangunan daya saing internasional. âIni adalah tahap krusial memperkuat pondasi sebelum melakukan akselerasi besar pada 2027â2029,â jelasnya.
Pemda DIY juga mewaspadai tantangan global seperti persaingan destinasi, ekspektasi layanan berstandar internasional, percepatan digitalisasi, mitigasi risiko bencana, dan kebutuhan kolaborasi lintas sektor. Pendekatan pentahelixâpemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan mediaâditekankan sebagai syarat utama pengembangan pariwisata yang tangguh.
Untuk memperkuat sektor ini, sejumlah program strategis disiapkan mulai dari peningkatan daya tarik destinasi, penguatan pemasaran pariwisata, pengembangan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif, hingga kegiatan berbasis Dana Keistimewaan dalam bidang kebudayaan dan tata ruang. Calendar of Event DIY 2026 juga telah memuat 211 agenda dari tingkat regional hingga internasional sebagai penggerak kunjungan wisata.
Penguatan kualitas SDM pariwisata juga menjadi prioritas melalui pelatihan dan sertifikasi, sehingga yang dibangun bukan hanya pertumbuhan jumlah wisatawan, melainkan juga pengalaman wisata yang lebih baik. DIY diharapkan terus menjadi ruang perjumpaan budaya yang mengedepankan nilai adiluhung dan keberlanjutan.
Di akhir pemaparannya, Noviar menegaskan bahwa pengembangan pariwisata Yogyakarta berakar pada filosofi kehidupan masyarakatnya. âDengan filosofi Hamemayu Hayuning Bawana, Sangkan Paraning Dumadi, dan Manunggaling Kawula Gusti, Pemda DIY ingin menjadikan 2026 sebagai tahun konsolidasi tata kelola, akselerasi daya saing, dan penguatan ekosistem pariwisata yang berkualitas.
âKami mengajak seluruh pemangku kepentingan melangkah bersama membawa DIY menuju masa depan yang lebih maju, berbudaya, dan lestari. Semoga pariwisata DIY menjadi lokomotif transformasi ekonomi, pemuliaan budaya, dan keberlanjutan lingkungan,â tutupnya.
- Pariwisata
- Dinas Pariwisata DIY
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Libur Lebaran, Telaga Sarangan Diserbu Hampir 70 Ribu Pengunjung
-
Program MBG Ponorogo Kembali Normal Mulai 31 Maret
-
Demi Harga Diri Bangsa: Ambisi Besar Kevin Diks Tumbangkan Bulgaria di Hadapan Publik Sendiri
-
"Bawa Nama Saya untuk Proyek? Laporkan!" – Amuk Bupati Mimika ke Oknum Pencatut Nama
-
Langkah Berani Presiden Perempuan Pertama Meksiko Wujudkan Kesetaraan Gender
-
F-35 Israel Pertama Kali Diklaim Menembak Jatuh Pesawat Tempur Yak-130 Iran
-
Iran Menyerang Kelompok Kurdi di Irak Seiring Konflik yang Meluas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.