Mencekam! Jepang Peringatkan Warganya Waspada Gempa yang Lebih Besar

Rabu, 10 Des 2025, 16:02 WIB

TOKYO - Jumlah korban luka akibat gempa magnitudo 7,5 di timur laut Jepang meningkat menjadi setidaknya 50 orang pada Selasa (9/12), menurut penghitungan Kyodo News, setelah gempa tengah malam itu mengganggu transportasi, pasokan air, dan operasional sekolah.

Badan Meteorologi Jepang menyatakan gempa besar yang terjadi pukul 23.15 hari Senin waktu setempat di lepas pantai timur Prefektur Aomori pada kedalaman 54 kilometer, dapat diikuti oleh gempa dengan kekuatan yang sama atau lebih besar dalam beberapa hari mendatang.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Ini pertama kalinya badan tersebut mengeluarkan peringatan semacam itu, yang dibuat untuk wilayah pesisir Hokkaido dan Sanriku setelah gempa besar dan tsunami Maret 2011 yang meluluhlantakkan Jepang timur laut. Peringatan tersebut mencakup 182 kotamadya di tujuh prefektur, dari Hokkaido hingga China, di sebelah timur Tokyo.

Perusahaan transportasi JR East mengatakan pada Selasa bahwa mereka telah menangguhkan layanan kereta peluru di Jalur Tohoku Shinkansen antara Stasium Morioka dan Shin-Aomori untuk inspeksi setelah gempa, tetapi operasi dilanjutkan sekitar pukul 15.40 waktu setempat.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengimbau masyarakat di wilayah tersebut untuk tetap waspada terhadap informasi dari pemerintah daerah dan badan meteorologi selama sekitar seminggu ke depan dan untuk bersiap menghadapi kemungkinan gempa susulan, termasuk dengan mengamankan perabotan.

"Pemerintah meminta warga untuk melanjutkan aktivitas sosial dan ekonomi sambil tetap siaga untuk segera mengungsi jika ada guncangan yang terasa," ujar Takaichi kepada wartawan di kantornya di Tokyo.

Korban luka dilaporkan di Hokkaido, serta Prefektur Aomori dan Iwate, sementara puluhan orang masih berada di pusat-pusat evakuasi hingga Selasa pagi.

Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengatakan 31 dari sekitar 80 pasien di rumah sakit yang rusak akibat gempa di Mutsu, Prefektur Aomori, telah dipindahkan ke fasilitas terdekat atas permintaan rumah sakit oleh Tim Bantuan Medis Bencana, petugas pemadam kebakaran, dan Pasukan Bela Diri.

Rumah sakit tersebut terendam sebagian setelah sistem sprinklernya rusak.

Pemerintah mengatakan sekitar 1.360 rumah di Prefektur Aomori dan Iwate mengalami kekurangan air akibat pipa yang rusak.

Kegiatan belajar mengajar ditiadakan di 139 sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas negeri di Prefektur Aomori dan 48 sekolah di Hokkaido, menurut Kementerian Pendidikan dan pemerintah daerah.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan sebuah pangkalan udara Pasukan Bela Diri Maritim dan sebuah kamp Pasukan Bela Diri Darat di Hachinohe, Prefektur Aomori telah dibuka untuk umum sebagai pusat evakuasi dan telah menampung sekitar 620 orang dan sekitar 270 kendaraan pada satu titik.

Banyak orang terpaksa mengungsi dalam cuaca dingin yang membekukan ketika gempa bumi melanda, dan peringatan tsunami dikeluarkan. Peringatan tersebut diturunkan menjadi imbauan lebih dari tiga jam setelah gempa dan dicabut pada pukul 06.20 pagi hari Selasa waktu setempat.

Di sebuah balai kota di Hidaka di pesisir Pasifik Hokkaido, lebih dari 200 orang, termasuk lansia dan anak-anak, mengungsi, berusaha tetap hangat dengan selimut dan penghangat yang dibagikan. Pada Selasa pagi, suhu di desa tersebut mencapai minus 7,8 derajat Celcius.

Tidak ada kelainan yang dilaporkan di pembangkit listrik tenaga nuklir di Hokkaido atau prefektur timur laut Aomori, Miyagi, dan Fukushima.

Badan Meteorologi Jepang, yang merevisi magnitudo dari 7,6 yang dilaporkan sebelumnya, memperingatkan gelombang tsunami hingga 3 meter setelah gempa. Gelombang tsunami tertinggi yang terpantau adalah 70 cm di Iwate.

Gempa tersebut terjadi di area di sepanjang palung yang membentang di lepas pantai Hokkaido dan timur laut Jepang, tempat gempa besar dapat dipicu oleh subduksi lempeng Pasifik di bawah pulau utama Honshu, menurut badan tersebut.

Sistem untuk mengeluarkan peringatan khusus dari badan meteorologi setelah gempa besar di sepanjang palung tersebut, yang disebut "Peringatan Gempa Susulan di Lepas Pantai Hokkaido dan Sanriku," mulai beroperasi pada Desember 2022.

Sistem peringatan itu disusun berdasarkan pelajaran dari gempa bumi tahun 2011, yang memicu tsunami dahsyat dan bencana nuklir Fukushima. Ant/Kyodo

  • japanese yen
  • sanae takaichi

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.