BI Prediksi Penjualan Eceran Melejit di November 2025, Sinyal Daya Beli Kembali Menguat?
Rabu, 10 Des 2025, 15:50 WIBJAKARTA â Kinerja penjualan eceran yang menunjukkan peningkatan mengindikasikan perbaikan daya beli sekaligus pulihnya optimisme konsumen terhadap prospek ekonomi.
Pertumbuhan ini juga mencerminkan efektivitas berbagai stimulus fiskal dan moneter yang menjaga stabilitas harga serta mendorong aktivitas konsumsi rumah tangga.
Namun, keberlanjutan tren positif ini sangat bergantung pada kemampuan sektor ritel menyesuaikan strategi penjualan dengan perubahan perilaku belanja masyarakat, termasuk pergeseran ke kanal digital dan preferensi produk bernilai tambah.
Dengan demikian, kenaikan penjualan eceran bukan hanya sinyal pemulihan jangka pendek, tetapi juga tantangan bagi pelaku usaha untuk memperkuat inovasi dan efisiensi agar momentum tidak mudah memudar.
Bank Indonesia (BI) melalui Survei Penjualan Eceran (SPE) memprakirakan kinerja penjualan eceran meningkat pada November 2025, tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang sebesar 222,1 atau tumbuh 5,9 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya.
âIndeks Penjualan Riil (IPR) November 2025 diprakirakan tumbuh sebesar 5,9 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 4,3 persen (yoy),â kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan di Jakarta, Rabu (10/12).
Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan penjualan mayoritas kelompok, terutama perlengkapan rumah tangga lainnya dengan IPR yang tumbuh 4,0 persen yoy usai mengalami kontraksi sebesar 2,3 persen yoy pada Oktober 2025.
Selain itu, prakiraan kinerja penjualan eceran pada November 2025 juga ditopang oleh pertumbuhan pada kelompok barang budaya dan rekreasi sebesar 12,8 persen yoy; suku cadang dan aksesori 15,4 persen yoy; serta makanan, minuman, dan tembakau 8,2 persen yoy.
Secara bulanan, penjualan eceran pada November 2025 diprakirakan tumbuh sebesar 1,1 persen month to month (mtm) didorong oleh kinerja penjualan mayoritas kelompok seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat menjelang persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.
Mengenai realisasi pada Oktober 2025, IPR secara tahunan tumbuh sebesar 4,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan IPR bulan sebelumnya sebesar 3,7 persen (yoy).
Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh peningkatan penjualan kelompok barang budaya dan rekreasi (6,7 persen yoy) serta makanan, minuman, dan tembakau (6,4 persen yoy).
Secara bulanan, penjualan eceran pada Oktober 2025 tumbuh sebesar 0,6 persen (mtm) yang juga dipengaruhi oleh permintaan masyarakat menjelang persiapan HBKN Natal didukung oleh kelancaran distribusi.
Dari sisi harga, tekanan inflasi pada tiga bulan yang akan datang yakni Januari 2026 diprakirakan meningkat, sementara pada enam bulan yang akan datang atau April 2026 diprakirakan menurun.
Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Januari 2026 yang tercatat sebesar 163,2, lebih tinggi dibandingkan dengan 157,2 pada periode sebelumnya didorong oleh ekspektasi kenaikan harga bahan baku, upah, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan permintaan menjelang periode Ramadan 1447 H.
Sementara itu, IEH April 2026 tercatat sebesar 161,7, lebih rendah dari periode sebelumnya sebesar 172,5 seiring dengan normalisasi permintaan pasca-HBKN Idul Fitri.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bulog Sumut Rutin Cek Kualitas Beras di Gudang, Publik Pertanyakan Transparansi Keamanan Pangan
-
KSEI Gandeng Pegadaian, ETF Emas Bersiap Meramaikan Pasar Modal 2026
-
BPJPH Pasang Aturan Ketat, Produk Impor Tanpa Sertifikat Halal Terancam Tersingkir
-
Sambut HUT Jakarta, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Selama Tiga Hari, Ikuti Syarat dan Jadwalnya!
-
Kuota Bedah Rumah Jakarta Naik 63 Kali Lipat, dari 158 Jadi 10 Ribu Unit
-
Cermati Masa Bediding Saat Puncak-puncaknya Musim Kemarau
-
Lulusan SD Bisa Berpenghasilan Setara UMR Rp5,7 Juta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.