Australia Resmi Menerapkan Larangan Medsos untuk Remaja di Bawah 16 Tahun

Rabu, 10 Des 2025, 19:55 WIB

JAKARTA - Pemerintah Australia resmi menghidupkan aturan baru yang melarang remaja di bawah usia 16 tahun membuka akun media sosial mulai pekan ini, sebuah langkah yang langsung bikin dunia ngelirik. Kebijakan ini muncul setelah meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak negatif platform digital terhadap kesehatan mental dan keamanan anak.

PM Anthony Albanese menegaskan bahwa keputusan ini bukan tindakan spontan, melainkan respons dari kondisi yang makin mengkhawatirkan di kalangan remaja. Ia menyebut bahwa tekanan sosial dan paparan konten berbahaya sudah melewati batas wajar.

Ket. Foto: — Sumber: Anadolu Agency

"Cukup sudah," ujar Albanese dalam konferensi pers, menegaskan sikap pemerintah terhadap dominasi media sosial di kehidupan remaja.

Aturan baru ini mewajibkan platform digital seperti Instagram, TikTok, dan Snapchat memastikan pengguna berusia di atas 16 tahun melalui proses verifikasi usia yang lebih ketat. Pemerintah bahkan menyiapkan sistem teknologi khusus untuk memastikan aturan ini berjalan tanpa celah.

Kebijakan tersebut langsung memunculkan perdebatan panas di Australia, mulai dari kelompok orang tua hingga pegiat kebebasan digital. Sebagian pihak mendukung penuh, menyebut langkah ini sebagai bentuk perlindungan langsung terhadap generasi muda dari tekanan dunia maya yang makin brutal.

Namun, sejumlah pengamat menilai larangan tersebut bisa menimbulkan dampak sosial baru bagi remaja yang selama ini menggunakan media sosial sebagai ruang pertemanan dan kreativitas. Mereka mengingatkan bahwa pembatasan ekstrem dapat memunculkan celah bagi penggunaan platform ilegal atau akun palsu.

"Kita harus mengutamakan keselamatan anak-anak di atas segalanya," ucap Albanese menanggapi kritik tersebut.

Pemerintah Australia menyebut bahwa platform digital juga memiliki tanggung jawab etis dan legal untuk mematuhi aturan baru ini. Jika tidak, ancaman denda besar hingga pembatasan operasional bisa dijatuhkan.

Di sisi lain, kelompok pegiat keselamatan anak menyambut langkah ini dengan semangat tinggi, menyatakan bahwa kesehatan mental remaja memang butuh perlindungan nyata, bukan hanya wacana. Mereka menilai bahwa platform digital selama ini terlalu longgar dalam memberikan akses pada pengguna muda.

Langkah Australia kini menjadi contoh ekstrem bagi negara lain yang sedang menimbang regulasi serupa. Beberapa pemerintah menyatakan tengah memantau perkembangan ini untuk melihat apakah kebijakan tersebut efektif atau justru memunculkan persoalan baru.

Dengan aturan yang sudah berjalan, Australia kini menguji apakah pembatasan ketat ini benar-benar bisa mengubah pola konsumsi digital remaja. Pemerintah berjanji bakal memantau implementasi dan dampaknya dalam beberapa bulan ke depan untuk menilai efektivitas larangan tersebut.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.