Kemenperin: Pendidikan Vokasi Jadi Pilar Kunci Implementasi SBIN
Selasa, 09 Des 2025, 01:00 WIBYogyakarta- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan bahwa pendidikan vokasi di bawah naungan Kemenperin, menjadi pilar penting menyukseskan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing global.
âSeperti dikutip dari Antara, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Doddy Rahadi, saat menghadiri kegiatan akademik, di Akademi Teknologi Kulit (ATK) Yogyakarta, Senin (8/12), menyampaikan penguatan vokasi industri merupakan kunci utama untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di tengah transformasi industri berbasis teknologi.
ââPertumbuhan industri semikonduktor, kecerdasan buatan, industri 4.0, hingga industri hijau membutuhkan SDM yang benar-benar siap. Tanpa vokasi yang kuat, target pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi sulit tercapai,â katanya.
âSebagai bukti nyata kontribusi pendidikan vokasi Kemenperin terhadap kebutuhan industri dalam SBIN, Doddy menyoroti wisuda serentak sebanyak 2.993 lulusan dari 13 politeknik di bawah naungan Kementerian Perindustrian yang dilakukan beberapa waktu lalu.
âMenurutnya, ribuan lulusan tersebut mampu langsung terserap industri maupun menjadi wirausaha baru berbasis teknologi dan nilai tambah.
âMenurut dia, ATK Yogyakarta yang merupakan satu-satunya perguruan tinggi teknologi kulit di Asia Tenggara memiliki peran strategis dalam menopang industrialisasi nasional, khususnya di sektor kulit dalam SBIN.
ââATK merupakan satu-satunya kampus di Asia Tenggara yang fokus pada teknologi kulit. Kampus ini harus menjadi center of excellence dan rujukan industri dalam proses penyamakan, pemrosesan, hingga desain produk turunannya,â ujar Doddy.
âIa menambahkan, perkembangan teknologi di bidang kulit, karet, dan plastik menuntut tenaga pendidik yang adaptif terhadap inovasi. Oleh karena itu, dosen dan tenaga pengajar didorong tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan menciptakan nilai tambah dan pemahaman model bisnis.
Doddy berharap para lulusan vokasi tidak hanya menjadi tenaga kerja siap pakai, tetapi juga mampu menjadi pelaku industri yang menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Pemkot Bogor Benahi Kawasan Pintu Masuk Kota di Cimahpar
-
Vietnam Berupaya Berantas Pembajakan dan Pemalsuan
-
Dari Indonesia ke Tiongkok, QRIS Bikin Transaksi Lintas Negara Jadi Semudah Jajan
-
Jaga Ekosistem Sungai, DLH Kaltim Perketat Izin Limbah Usaha
-
BMKG Prakirakan Cuaca di Sebagian Besar Wilayah RI Hujan Ringan pada Senin
-
Siklon Tropis Algupit picu potensi hujan signifikan di Indonesia
-
Kendari Didukung Menekraf Jadi Pusat Ekraf Baru di Asia Pasifik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.