Siap Jadi Kota Global: Gubernur Pramono Bangun Ekosistem Olahraga Bernilai Triliunan di Jakarta

Minggu, 07 Des 2025, 13:00 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen penuh Pemprov DKI dalam membangun ekosistem olahraga yang kuat sebagai pondasi Jakarta menuju kota global berdaya saing tinggi. Hal ini disampaikan saat ia menghadiri Forum Utama Indonesia Sports Summit 2025 yang berlangsung di Indonesia Arena Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (6/12).

Forum tersebut juga dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, menandai pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah olahraga internasional. Pramono menyebut bahwa Jakarta menargetkan masuk daftar Top 50 Global Cities pada 2030 dan naik ke peringkat Top 20 pada 2045.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Ia menjelaskan bahwa sejumlah perkembangan positif sudah terlihat, termasuk kenaikan peringkat Jakarta dalam Global City Index dari posisi 74 ke 71. Peningkatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan kota terus diarahkan pada standar internasional.

"Ekosistem olahraga dan wellness kami tempatkan sebagai sektor strategis dalam pembangunan kota," ujar Gubernur Pramono.

Dalam kesempatan itu, ia menyoroti pertumbuhan signifikan sektor sport tourism di Jakarta yang kini mulai menarik perhatian wisatawan dan investor. Menurutnya, tren sport lifestyle economy yang berkembang secara global juga membuka peluang ekonomi besar bagi masyarakat.

"Olahraga kini bukan lagi sekadar pertandingan, tetapi identitas, gaya hidup, dan industri bernilai triliunan rupiah," kata Gubernur Pramono.

Pramono menambahkan bahwa aktivitas olahraga di Jakarta terus meningkat dari tahun ke tahun. Ia mencontohkan maraton, e-sports, bela diri, futsal, hingga basket yang kini rutin memenuhi kalender acara kota dan menghadirkan dampak ekonomi yang nyata.

"Hal ini menunjukkan Jakarta sebagai kota dengan aktivitas olahraga yang dinamis," ungkap Gubernur Pramono.

Selain sektor olahraga kompetitif, Pemprov DKI juga fokus memperluas ruang publik agar dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat. Pramono menjelaskan bahwa revitalisasi ruang publik menjadi agenda prioritas untuk menghadirkan fasilitas yang benar-benar fungsional dan ramah warga.

"Kami membutuhkan pembiayaan kreatif, termasuk skema public private partnership, konsesi, hingga pola pengelolaan bersama. Dengan begitu, aset olahraga dapat memberikan nilai ekonomi, manfaat sosial, dan dampak lingkungan yang berkelanjutan," jelasnya.

Saat ini, sejumlah aset daerah sedang dikembangkan sebagai pusat aktivitas olahraga dan rekreasi seperti GOR Bulungan, Lapangan Blok S, serta kawasan GOR dan Waduk Sunter. Selain itu, aset milik Jakpro seperti JIS, JIV, JIEP, dan kawasan Ancol terus dipersiapkan untuk menjadi destinasi olahraga dan hiburan berskala internasional.

Dalam paparannya, Pramono menyebut Jakarta International Stadium yang kini menjadi markas Persija memiliki daya tarik khusus bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer pertandingan khas ibu kota. Ia menilai pemanfaatan JIS menjadi contoh ideal integrasi antara kegiatan olahraga dan pariwisata.

Lebih jauh, seluruh pengembangan kawasan tersebut diarahkan menjadi zona multifungsi yang menggabungkan olahraga, hunian, rekreasi, kegiatan ekonomi, dan hiburan dalam satu ekosistem terpadu. Pemprov DKI juga memastikan keseluruhan kawasan terhubung dengan transportasi publik melalui konsep Transit Oriented Development (TOD).

Pramono menegaskan bahwa Indonesia Sports Summit 2025 menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi dan menarik lebih banyak investasi di sektor olahraga. Ia menilai bahwa Jakarta harus membuka peluang seluas-luasnya untuk inovasi demi menciptakan industri olahraga yang tangguh.

"Jakarta membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya bagi kemitraan, investasi, dan inovasi. Kami ingin membangun ekosistem olahraga yang sehat, tangguh, dan berdaya saing global," pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.