Jonatan Christie Bongkar Mimpi Besarnya: Bangun Akademi Tunggal Putra Kelas Dunia!

Jumat, 05 Des 2025, 02:15 WIB

TANGERANG SELATAN - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengungkapkan keinginannya membangun akademi bulu tangkis khusus sektor tunggal, sebagai langkah yang ingin ia wujudkan sebelum pensiun. 

Terinspirasi dari model akademi milik Marcus Gideon, Jonatan berharap dapat terlibat langsung dalam pembinaan atlet muda, termasuk mereka yang memiliki motivasi besar tetapi terkendala biaya.

Ket. Foto: Arsip - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie pada babak 16 besar Kapal Api Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6). — Sumber: ANTARA/Rivan Awal Lingga

“Ya itu salah satu cita-cita. Maksudnya salah satu angan-angan, pengen punya akademi, seperti Gideon yang proper. Maksudnya atletnya ada asramannya, atletnya memang benar-benar ada pelatihnya yang memang pelatih khusus gitu,” kata Jonatan di Daddies Arena, Tangerang Selatan, Kamis.

Ia menjelaskan akademi yang ia impikan akan berfokus pada sektor tunggal, sesuai dengan latar belakangnya sebagai pemain tunggal putra.

Jonatan juga berharap fasilitas tersebut dapat dibangun di sekitar tempat tinggalnya agar ia dapat terlibat langsung dalam proses pembinaan.

“Kalau bisa juga dapat lokasinya tuh yang sekitaran rumah, jadi bisa ikut turun langsung gitu. Karena kalau jauh, kadang sayang juga kalau enggak ikut terjun. Karena beberapa ada juga yang udah ada cuma taruh namanya, tapi enggak turun langsung gitu. Maksudnya, kasihan akademinya gitu,” ujar Jonatan.

Jonatan menambahkan, akademi yang ia rencanakan juga ditujukan bagi calon-calon atlet yang memiliki motivasi kuat namun terkendala biaya.

Ia berharap dapat membuka akses bagi lebih banyak pemain muda untuk mendapat pembinaan berkualitas.

Terkait waktu realisasi, Jonatan menyebut keinginannya adalah mendirikan akademi tersebut sebelum pensiun. Namun, ia mengakui bahwa ketersediaan lahan menjadi kendala utama.

“Pengennya sih sebelum pensiun, cuman cari tanahnya susah. Kalau ada swasta yang mau bekerja sama sih enggak nolak. Maksudnya, saya juga mau bekerja sama,” kata Jonatan.

Ia menambahkan, jejaring yang ia bangun di luar aktivitas kompetitif, termasuk dengan sejumlah mitra seperti pihak swasta, dapat menjadi peluang untuk merealisasikan cita-citanya tersebut.

“Makanya, yang saya bilang, ketika di luar (pelatnas), kumpulin banyak link untuk nantinya setelah sudah enggak berkarya di bulu tangkis, ada hal lain yang bisa dikerjakan. Pengennya sih kalau bisa,” ujar Jonatan.

  • badminton
  • bulu tangkis
  • jonatan christie
  • akademi tunggal putra

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.