Bukan Cuma Lawan di Lapangan, Banjir Nagoya Jadi Ujian Timnas Basket di Asian Games
Rabu, 09 Sep 2026, 04:34 WIBJAKARTA -Â Hujan deras dan banjir yang melanda Nagoya, Jepang, menjadi tantangan tambahan bagi tim basket putra Indonesia menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menempuh perubahan rute akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sekretaris Jenderal Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Nirmala Dewi mengatakan para pemain yang baru tiba di Nagoya bahkan sempat diminta keluar dari tempat mereka beristirahat setelah menerima peringatan darurat.
"Mereka sudah sampai, meskipun sampai sana mereka menerima peringatan darurat harus keluar, jadi baru istirahat sebentar harus keluar lagi karena ada sirene," kata Nirmala kepada ANTARA, Selasa (8/9).
Situasi tersebut juga terlihat dalam unggahan akun resmi Tim Indonesia di media sosial yang membagikan video rekaman dari atlet basket putra Derrick Michael mengenai suasana evakuasi para atlet di Nagoya.
Dalam unggahan media sosial miliknya, Derrick mengatakan peringatan bencana muncul hanya berselang dua jam setelah tim tiba di Nagoya usai menempuh 40 jam perjalanan dari Jakarta akibat perubahan rute dikarenakan erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Sebetulnya kita juga tidak menyangka ada kejadian seperti ini. Karena kita lebih mempersiapkan berangkat bersama-sama dari Soekarno-Hatta. Jadi untuk anak-anak juga menjadi ekstra persiapan karena harus berangkat dulu ke Surabaya," ujar Nirmala.
Dari Surabaya, rombongan kemudian melanjutkan penerbangan menuju Singapura sebelum bertolak ke Jepang. Setibanya di Nagoya, para atlet harus kembali menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca setempat.
Meski menghadapi sejumlah kendala dalam perjalanan dan kondisi cuaca, Nirmala berharap hal tersebut tidak terlalu mengganggu persiapan tim yang memang diberangkatkan lebih awal ke Jepang.
"Kita berangkatkan lebih cepat memang tujuannya untuk penyesuaian cuaca, kondisi di sana, kemudian mereka juga untuk latihan-latihan supaya sudah mulai terbiasa," kata Nirmala.
Tim basket putra Indonesia dijadwalkan mulai bertanding pada 10 September. Nirmala optimistis para atlet dapat segera beradaptasi karena sudah terbiasa melakukan perjalanan ke berbagai negara untuk menjalani latihan dan pertandingan.
"Anak-anak sudah biasa pindah negara, latihan, bertanding. Mudah-mudahan tidak terlalu banyak kendala di sananya, terutama untuk adaptasi," ujar Nirmala.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Siap-Siap Delay, Kuala Lumpur Tutup Wilayah Udara Mulai 26 Agustus
-
Tugas Berat Fajar/Fikri di Final China Open, Mempertahankan Dua Prestasi
-
Hujan Dini Hari di Musim Kemarau Picu Banjir di Belasan Lokasi Surabaya, Armada Damkar Dikerahkan Sedot Genangan
-
Alexander Zverev Melaju ke Perempat Final Halle, Jaga Asa Raih Gelar Lapangan Rumput Perdana
-
Anggota DPR: Negara Tidak Boleh Biarkan Kekerasan Jadi Budaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.