Dari Teknologi ke Keuangan, RI–Jerman Kerja Sama Siapkan Mesin Baru Pertumbuhan Hijau

Jumat, 05 Des 2025, 17:20 WIB

JAKARTA – Penguatan kerja sama bilateral dengan Jerman menjadi strategis karena negara tersebut merupakan salah satu mitra utama Indonesia dalam teknologi, pembiayaan hijau, dan peningkatan kualitas SDM.

Di tengah transisi energi global dan tuntutan peningkatan daya saing industri, kolaborasi dengan Jerman membuka akses pada inovasi manufaktur, standardisasi industri berkelas dunia, serta investasi berorientasi keberlanjutan.

Ket. Foto: Indonesia-Germany Bilateral Consultation Meeting 2025 di Jakarta, Rabu (26/11/2025). — Sumber: ANTARA/ Bappenas

Selain itu, sinergi ini memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor bernilai tambah tinggi.

Dengan memaksimalkan alih teknologi, pengembangan talenta, dan pendanaan hijau dari Jerman, Indonesia dapat mempercepat transformasi ekonominya menuju struktur yang lebih produktif dan berdaya saing global.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) menyampaikan bahwa kerja sama dengan Jerman untuk memobilisasi teknologi hingga keuangan.

“Jerman salah satu partner penting bagi kami untuk mencapai objektif pembangunan Indonesia. Kerja sama dengan Jerman penting untuk memobilisasi pengetahuan, teknologi, dan keuangan,” ucap Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Putut Hari Satyaka dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (5/12).

Dalam acara Indonesia-Germany Bilateral Consultation Meeting 2025, pemerintah Indonesia dan pemerintah Jerman berkomitmen memperkuat kerja sama yang berdampak nyata, mendukung transformasi ekonomi Indonesia, serta mempersiapkan proses negosiasi lanjutan pada tahun 2026.

Upaya penguatan ini dilakukan melalui dialog konsultasi kerja sama pembangunan untuk meninjau arah kebijakan kerja sama, sekaligus menyepakati sektor-sektor prioritas yang mendukung target pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Putut menegaskan pentingnya forum ini dalam memperkuat hubungan pembangunan kedua negara.

“Pertemuan ini menjadi kesempatan penting untuk menyelaraskan portofolio kerja sama dengan prioritas pembangunan nasional jangka menengah, sekaligus memperkuat fondasi bagi kolaborasi yang lebih strategis ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, pertemuan konsultasi kedua negara ini turut menjadi momentum penting guna meningkatkan kapasitas institusional, memperluas pembiayaan inovatif, serta memastikan setiap inisiatif kerja sama yang berkontribusi pada pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.

Forum konsultasi tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) Pemerintah Republik Federal Jerman.

Kemudian Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, GIZ (Perusahaan Jerman untuk Kerja Sama Internasional), KfW (Bank Pembangunan milik Jerman), PTB (Physikalisch-Technische Bundesanstalt/National Metrology Institute of the Federal Republic of Germany).

Lalu beserta sejumlah kementerian/lembaga RI dan badan usaha milik negara (BUMN) terkait yang memiliki hubungan kerja sama dengan Jerman.

Konsultasi ini merupakan pertemuan rutin dilaksanakan di sela pelaksanaan pertemuan negosiasi antara dua negara yang berkala dilakukan per dua tahunan.

Kepala Divisi Asia Timur dan Asia Tenggara BMZ Jerman Andreas Foerster menekankan peran sentral Indonesia, dalam transformasi global dan Asia Tenggara, karena Indonesia menyimpan sumber daya yang sangat krusial untuk perkembangan transformasi global.

Fokus dalam pertemuan tersebut dialog teknis mencakup enam area sektor prioritas kerja sama, yakni digitalisasi, ekonomi sirkular, mobilitas perkotaan, kehutanan, energi, serta isu lain yang meliputi Innovative Development Fund (ID Fund) dan Technical and Vocational Education and Training (TVET).

Sementara itu, arah kebijakan nasional yang relevan dengan kerja sama ini mencakup pada penekanan penguatan ketahanan pangan, air, dan energi, serta perkembangan ekonomi hijau dan biru.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Teguh Sambodo menyoroti langkah RI dalam meningkatkan kualitas dan diversifikasi pangan, konservasi sumber daya air, modernisasi agroforestri dan pemanfaatan hasil hutan bernilai tinggi.

Selain itu juga perluasan kebijakan rendah karbon dan energi terbarukan untuk mempercepat upaya transisi energi.

“Lewat kerja sama ini, kami akan melanjutkan ekspansi penggabungan energi kita dengan energi renewable, untuk kebaikan dan mempromosikan industri kami,” kata Teguh.

Hasil dalam setiap pembahasan akan menjadi dasar penajaman kerja sama pembangunan yang dilakukan oleh kedua negara, serta menjadi masukan dalam pelaksanaan pertemuan negosiasi G-to-G (Government to Government) antara dua negara yang selanjutnya dijadwalkan pada tahun 2026.

  • Kerja Sama RI-Jerman

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Sapaan Maut El Nino di Honduras: 80 Persen Wilayah Dilanda Kekeringan

Dua Pemuda Diamankan karena Hendak Tawuran di Lubang Buaya

Gubernur Pramono Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Atasi Emisi PLTU Suralaya

Operator Seluler Ikut Bangun Ekosistem AI, Kedaulatan Digital Indonesia Makin Kuat

Anggaran KJMU Dipangkas Rp49 Miliar, 2.899 Mahasiswa Terancam Putus Kuliah

Badan Geologi: Asap di Gunung Raung Bukan Erupsi Tapi Kebakaran

Cegah Warga Hilang Hak Bansos, DPRD DKI Minta Pemprov Sediakan Kanal Sanggah

Gibran Berdialog dengan Sejumlah Ibu yang Baru Melahirkan di Tenda Rawat Pascagempa di Sikka, NTT, Pastikan Kebutuhan Terpenuhi

Babak Baru Diplomasi: Trump Bersiap Jumpa Kim Jong Un Lagi

Wapres Gibran Tinjau Korban Gempa NTT, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Molinas Diproyeksi Hemat Subsidi BBM Rp82,2 Triliun hingga 2037

Anggota DPR Minta Pemerintah Perbaiki Status Guru Madrasah Swasta

Gubernur Minta PWNU Banten Jaga Kekompakan Jelang Muktamar Ke-35 NU

Anggota DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Guru PPPK Daerah 3T jadi PNS

Basarnas Evakuasi Lansia-Ibu Hamil di NTT yang Sakit dan Trauma Gempa

Sidang Kasus Praktik Calo Jabatan oleh Bupati Nonaktif Fadia Arafiq Ungkap Dugaan Peran Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan

BPBD Jabar Berangkatkan 20 Personel Bantu Korban Gempa NTT

Tekan Emisi, Gubernur Pramono Targetkan 10.000 Bus Elektrik Sudah Broperasi di Jakarta pada 2030

Tradisi Mulud Adat Bayan Pertama Kalinya Masuk Kalender KEN

Trump Ancam Hukuman Ekonomi ke Negara Mana pun yang Bantu Iran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.