Banjir Meluas! Menkeu Tahan Rem: Anggaran Tambahan Tunggu Proposal BNPB
Jumat, 05 Des 2025, 15:20 WIBDENPASAR â Tambahan anggaran untuk menangani dampak banjir di Sumatera menjadi langkah krusial untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat sekaligus memulihkan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.
Banjir yang merusak infrastruktur dasar, mengganggu mobilitas, dan menekan produktivitas membutuhkan respons fiskal yang terukur dan tepat sasaran.
Alokasi anggaran ekstra memungkinkan percepatan perbaikan fasilitas publik, penyaluran bantuan bagi warga terdampak, hingga penguatan sistem mitigasi di daerah rawan.
Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada koordinasi pemerintah pusatâdaerah serta transparansi penggunaan anggaran agar setiap intervensi benar-benar mengurangi kerentanan dan memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana berulang.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa masih menunggu pengajuan tambahan anggaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menangani dampak banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Kami tunggu permintaan dari BNPB. Kalau tidak salah sudah dibentuk satuan tugas (satgas) khusus di sana," kata Menkeu Purbaya di sela-sela meresmikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemenkeu, di Denpasar, Bali, Jumat (5/12).
Menkeu mengaku sudah menyiapkan dana tambahan untuk BNPB guna mengatasi dampak banjir dan tanah longsor di tiga provinsi itu.
Namun, ia belum memberikan detail nominalnya karena masih mencermati anggaran.
Hingga saat ini, kata dia lagi, pihaknya belum menerima pengajuan tambahan dana dari BNPB.
Ia memperkirakan BNPB saat ini juga masih menghitung opsi tambahan anggaran untuk penanganan bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Nanti kalau kurang, kan masih dihitung. Dananya sudah siap," katanya pula.
Meski begitu, Purbaya memastikan BNPB masih memiliki anggaran sebesar Rp500 miliar hingga Rp600 miliar yang bisa digunakan untuk kebutuhan darurat penanganan bencana alam.
Seperti diketahui, BNPB mendapat alokasi anggaran APBN 2025 mencapai Rp2,01 triliun.
Jumlah anggaran tersebut mendapat pemangkasan dibandingkan pada 2024, BNPB mendapat anggaran Rp4,92 triliun.
Berdasarkan data BNPB, hingga Kamis (4/12) pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 836 jiwa berdasarkan data yang telah dimutakhirkan pada pukul 16.00 WIB.
Selain itu, bencana alam itu membuat puluhan ribu orang terpaksa harus mengungsi karena rumah mereka hanyut hingga rusak.
Saat ini tim gabungan terus melakukan evakuasi dan pencarian terhadap korban banjir dan tanah longsor serta mempercepat pembukaan akses jalan dan distribusi bantuan kepada korban di tiga provinsi di Sumatera itu.
- BNPB
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
- banjir sumatera 2025
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Raker Komisi XI DPR RI Bersama Menteri Keuangan Republik Indonesia
-
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Harga BBM, Anggaran Subsidi Aman
-
Nggak Mau Kehilangan Sawah, Lebak Tetapkan 28 Ribu Hektare Lahan Pertanian Berkelanjutan
-
Tiongkok Ekspansi Pembangunan Bandara di Kawasan Teluk Besar
-
Alibaba Cloud Pimpin Pasar Agentic AI
-
Dirjen Migas Pastikan Kehandalan Distribusi LPG Tabung 3 Kg Aman
-
Menteri Keuangan hadiri simposium SMI 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.