Gubernur Sumut Tak Salahkan Aksi Penjarahan di Sibolga dan Tapanuli Tengah

Senin, 01 Des 2025, 13:12 WIB

JAKARTA – Yang namanya perut memang tidak bisa menunggu. Kalau kosong ya harus segera diisi. Mungkin itulah yang mendorong warga korban banjir di Sibolga dan Tapanuli Tengah akhirnya menjarah minimarket.

Tanpa dikomando mereka menyerbu masuk minimarket untuk mengambil beras, minyak, dan makanan lain. Para korban banjir bandang tersebut, mengalami keterlambatan datangnya bantuan. Warga juga menjarah beras di gudang bulog Sibolga.

Ket. Foto: gudang bulog dijarah — Sumber: ist

Terkait penjarahan iniGubrnur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menegaskan bahwa pemerintah tidak sepenuhnya menyalahkan masyarakat. Ini karena kondisi bencana yang sangat berat membuat banyak warga bertahan tanpa makanan selama beberapa hari.

"Kamitidak menyalahkan 100 persen tindakan warga,” ujar Bobby. Menurut Bobby, masih banyak wilayah terisolasi, terutama Tapteng. Jalur darat yang terputus membuat distribusi bantuan tersendat. Untuk itu, sejumlah titik seperti Tukka dan Lumut menjadi prioritas pengiriman logistik melalui udara.


Perbaiki Jalur Putus Tapteng

Sementara itu,  Polri menerima beberapa instruksi dari Presiden Prabowo Subianto, salah satunya untuk memperbaiki jalur jalan yang terputus akibat bencana alam di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut). Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo usai mendampingi Presiden Prabowo meninjau lokasi pengungsian korban banjir di wilayah tersebut pada Senin.

“Ada beberapa hal menjadi perhatian kaitannya dengan beberapa jalur yang terputus tadi arahan beliau untuk segera dilakukan perbaikan," katanya dilansir dari keterangan dikonfirmasi. Selain itu, sambung Kapolri, Presiden juga meminta agar kebutuhan dasar warga serta hal yang diperlukan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, seperti BBM bisa terpenuhi.

“Intinya, beliau memerintahkan untuk seluruh kegiatan, untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam betul-betul dimaksimalkan sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik,” katanya. Ia menyebut bahwa instruksi Presiden Prabowo tersebut juga telah disampaikan ke seluruh instansi terkait, kementerian, lembaga, TNI, Polri dan forkopimda sebagai bentuk sinergisitas.

"Saya kira seluruh kementerian lembaga, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kemenko Pembangunan, Manusia, dan Kebudayaan (PMK), gubernur, bupati, wali kota, semuanya sudah mendengar arahan tersebut tentunya akan segera ditindaklanjuti,” ucapnya.

Adapun dalam kunjungan tersebut, Kapolri mendampingi Presiden yang mengecek langsung tempat pengungsian dengan melihat tempat tidur sementara warga, mengecek posko kesehatan, dan menyapa serta berdialog dengan masyarakat.

Selain itu, Kapolri juga akan menyerahkan secara simbolis bantuan 'Polri untuk Masyarakat' sebanyak tujuh truk yang berisikan bahan makanan, pakaian dan kebutuhan sehari-hari.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.