Bencana Memburuk! Jalan Longsor & Banjir Tinggi, Aceh Tamiang Minta Bantuan Segera

Senin, 01 Des 2025, 16:22 WIB

BANDA ACEH - Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi mengungkapkan bahwa dari 12 kecamatan terdampak banjir dan longsor, baru dua yang dapat dijangkau tim distribusi bantuan akibat akses darat yang masih terendam dan tertutup material longsor.

Pemerintah daerah kini meminta dukungan tambahan lewat jalur udara dan laut agar kebutuhan warga dapat segera terpenuhi.

Ket. Foto: Ilustrasi: Sejumlah warga mulai mengevakuasi barang-barang setelah banjir setinggi 1 meter lebih merendam permukiman penduduk di kawasan perumahan Desa Bundar, Karang Baru, Aceh Tamiang, Rabu (26/11). — Sumber: ANTARA/Dede Harison

"Saat ini kita belum bisa menjangkau seluruh kecamatan, karena masih terendam air dan jalan yang dilalui juga ada yang tertimbun longsor,” kata Bupati Armia Fahmi yang dihubungi di Banda Aceh, Senin pagi.

Ia menjelaskan bantuan yang telah disalurkan baru ke dua kecamatan yakni Kuala Simpang, Karang Baru, dan sebagian Kecamatan Rantau. Sementara kecamatan lainnya belum bisa dijangkau.

Bupati menyebutkan ada sepuluh kecamatan lainnya yang belum bisa diakses karena masih terendam banjir, meskipun dalam dua hari terakhir kondisi cuaca cerah dan tidak ada hujan.

Ia mengatakan yang paling dibutuhkan saat ini adalah bantuan bagi para masyarakat yang terdampak bencana adalah beras, air bersih, makanan cepat saji, makan bayi, dan lauk pauk.

"Saat ini seluruh masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang membutuhkan bantuan dan kami terus berkomunikasi dengan pemerintah provinsi dan juga pemerintah pusat agar bantuan dapat segera dikirim ke Aceh Tamiang,” kata Bupati Armia Fahmi.

Ia mengatakan bantuan yang dibutuhkan tersebut dapat dikirim via laut, karena jika menggunakan jalur transportasi darat belum bisa ditempuh mengingat masih banyaknya hambatan dalam distribusi jalur darat.

“Kami sudan menerima juga bantuan dari BNPB yang dikirim dari jalur udara dan kami berharap bantuan tambahan dapat terus dikirim ke Aceh Tamiang, baik jalur udara dan jalur laut,” kata Armia Fahmi.

Pihaknya terus upaya melakukan penanganan pasca-bencana antara lain dengan membangun posko di tempat masyarakat berkumpul dan membangun dapur umum agar dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat.

“Sekali lagi kami berharap agar bantuan dapat sesegera didistribusikan ke Aceh Tamiang,” katanya.

Ia menambahkan data sementara ada 10 korban jiwa dalam musibah banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang.

  • cuaca ekstrem
  • banjir bandang
  • bencana hidrometeorologi
  • bencana alam
  • aceh tamiang

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.