Banjir Bikin Rel Longsor: Aceh Hadapi Krisis Infrastruktur Kereta Api

Senin, 01 Des 2025, 17:35 WIB

MEDAN – Sejumlah titik jalur kereta api di Aceh Utara mengalami kerusakan akibat banjir yang menyebabkan rel longsor dan tergerus aliran air, menandakan rapuhnya infrastruktur transportasi terhadap risiko cuaca ekstrem.

Insiden ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas konstruksi serta penguatan sistem drainase untuk meminimalkan gangguan layanan dan biaya pemulihan.

Ket. Foto: Kondisi jembatan KA di Bungkaih, Kabupaten Aceh Utara, Aceh yang rusak terdampak banjir. — Sumber: ANTARA/ HO-KAI Sumut.

Dengan intensitas cuaca ekstrem yang cenderung meningkat, adaptasi infrastruktur menjadi langkah mendesak agar jaringan perkeretaapian tetap andal dan mampu menjaga konektivitas wilayah.

Manager Humas Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, M. As’ad Habibuddin di Medan, Senin (, mengatakan, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan layanan perjalanan kereta api di Aceh akibat kerusakan prasarana jalur.

Gangguan tersebut terjadi karena cuaca ekstrem dan banjir yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan hasil pemeriksaan prasarana, terdapat sejumlah titik gogosan (jalur rel longsor karena tergerus aliran air) pada beberapa petak jalur kereta api.

Yakni pada petak jalan Stasiun Krueng Geukueh – Stasiun Bungkaih terdapat 21 titik gogosan di jalur KA, pada petak jalan Stasiun Bungkaih – Stasiun Krueng Mane terdapat 3 titik gogosan di jalur KA dan pada petak jalan Stasiun Krueng Mane – Stasiun Geurugok terdapat 3 titik gogosan di jalur KA.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, operasional KA Cut Meutia sementara waktu masih dihentikan.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen KAI dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api, dengan memastikan jalur benar-benar dalam keadaan aman sebelum kembali digunakan.

KAI bersama seluruh stakeholder terkait terus melakukan koordinasi intensif untuk percepatan perbaikan prasarana jalur KA sambil menunggu membaiknya akses serta kondisi lapangan. Agar layanan perjalanan kereta api di Aceh dapat kembali pulih.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama kami, sehingga perbaikan akan diselesaikan secara optimal sebelum operasional kembali dibuka," katanya.

KAI mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait perkembangan operasional KA Cut Meutia melalui saluran informasi KAI dan media sosial resmi KAI121.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.