Cap Go Meh dan Ramadhan Harmony Festival di Jababeka Hadirkan Kolaborasi Budaya Penuh Kehangatan

Kamis, 12 Mar 2026, 06:00 WIB

Perayaan Cap Go Meh yang disandingkan dengan Ramadhan Harmony Festival yang diselenggarakan PT Jababeka Infrastruktur bersama Jababeka Residence sukses menghadirkan kolaborasi budaya yang penuh kehangatan serta keharmonisan.

Asisten Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bekasi Hudaya mengapresiasi perpaduan dua budaya yang tersaji secara harmonis sekaligus membuktikan wilayah itu mampu hidup berdampingan dengan keberagaman.

Ket. Foto: Rangkaian acara perayaan Cap Go Meh yang disandingkan dengan Ramadhan Harmony Festival di kawasan Jababeka Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. — Sumber: Antara Foto

"Festival budaya ini menjadi contoh harmonisasi yang tercipta dengan indah di tengah keberagamaan. Menunjukkan bahwa perbedaan di kita merupakan suatu anugerah yang patut disyukuri bersama," katanya di Cikarang, Rabu.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan festival ragam budaya tersebut sekaligus memastikan pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini.

"Kabupaten Bekasi selama ini dikenal dengan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara sekaligus menjadi daerah religius serta wujud konkret akulturasi budaya mampu bersanding secara harmonis," ucapnya.

Direktur PT Jababeka Infrastruktur Vega Violetta Puspa mengatakan festival ini menjadi momentum istimewa yang mempertemukan dua perayaan budaya dan spiritual, yakni Cap Go Meh dan bulan suciRamadhan dalam satu rangkaian acara yang penuh kebersamaan, keberagaman dan kepedulian sosial.

Dia mengatakan, festival selama tiga hari ini menghadirkan lebih dari 100 gerai yang menawarkan beragam produk mulai dari kuliner, fashion, otomotif, multi-produk, bazar murah hingga berbagai produk UMKM.

Kehadiran gerai-gerai tersebut turut memeriahkan suasana festival sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Beragam pertunjukan seni dan hiburan juga menjadi daya tarik utama dalam festival ini di antaranya barongsai, pertunjukan kungfu, live music, talk show, bedug show hingga berbagai kompetisi yang melibatkan masyarakat.

Sebagai bagian dari komitmen mendukung kegiatan sosial di Bulan Ramadhan, perusahaan juga menghadirkan program 'Berbagi Peduli Bulan Ramadhan' berupa pembagian paket sembako bagi karyawan lepas Jababeka serta masyarakat kurang beruntung di wilayah itu.

Dalam rangkaian kegiatan ini juga dilaksanakan penyerahan sembako secara simbolis kepada para penerima manfaat serta penyerahan bantuan program Gema Ramadhan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial dan keagamaan di masyarakat.

Tidak hanya itu, masyarakat umum serta karyawan PT Jababeka Infrastruktur juga diajak untuk berpartisipasi melalui donasi barang layak pakai seperti pakaian, sepatu, tas dan kebutuhan lain yang dapat disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Donasi tersebut dikumpulkan melalui booth khusus yang disediakan selama acara berlangsung. Seluruh donasi yang terkumpul akan disalurkan kembali melalui kegiatan berbagi kepada karyawan harian Jababeka yang membutuhkan.

"Pakaian yang didonasikan dapat menjadi baju baru bagi mereka sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan di Bulan Suci Ramadhan," ucap dia.

Puncak kemeriahan festival dipersembahkan melalui Parade Multi Budaya, menampilkan keragaman budaya dan partisipasi berbagai komunitas serta perusahaan di kawasan Jababeka. Puluhan tim barongsai turut memeriahkan parade bersama ratusan peserta dari berbagai gerai hingga komunitas desa.

Beberapa pihak yang turut berpartisipasi dalam parade ini antara lain PT Bima Adikarya Persada, PT Tokai Texprint Indonesia, Komunitas Desa Simpangan, Komunitas Desa Sertajaya, Komunitas Desa Tanjungsari, Komunitas Hadroh dari Gema Insan Amanah serta Komunitas Trabas.

Pihaknya melalui kegiatan ini berharap dapat terus memperkuat nilai kebersamaan, toleransi serta semangat berbagi di tengah masyarakat yang beragam.

"Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan aktivitas ekonomi masyarakat tetapi juga simbol bahwa perbedaan budaya dan tradisi dapat dirayakan bersama dalam harmoni," demikian Vega.

  • Cap Go Meh

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.