DPR Minta Seluruh Pemda Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Bencana
Kamis, 27 Nov 2025, 13:53 WIBJAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Mahdalena meminta pemerintah daerah (pemda) di seluruh Indonesia meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
Menurut Mahdalena di Jakarta, Kamis (27/11), kondisi cuaca yang tidak menentu dan intensitas hujan yang meningkat harus menjadi peringatan serius bagi daerah rawan banjir dan tanah longsor.
âCuaca ekstrem hingga saat ini menunjukkan bahwa kerentanan bencana masih sangat tinggi. Pemda harus bergerak cepat, taktis, dan terukur, untuk meminimalkan dampak bencana,â ujarnya.
Diketahui, dalam beberapa pekan terakhir curah hujan tinggi memicu banjir dan longsor di sejumlah daerah, antara lain di Kabupaten Tapanuli Tengah (Sumatera Utara) yang mengalami longsor dan menyebabkan empat orang meninggal dunia dan akses jalan nasional terputus.
Lalu di Sumatera Barat, hujan selama lima hari berturut-turut menyebabkan ribuan rumah terdampak banjir. Sementara itu di Jawa Tengah, longsor yang terjadi di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, telah menelan 23 korban jiwa, dengan 21 jenazah telah ditemukan.
Kemudian di Banjarnegara, longsor di Desa Pandanarum menewaskan 12 warga dan 16 orang masih dalam pencarian hingga Minggu (23/11) lalu.
Menanggapi rentetan bencana tersebut, Mahdalena mengatakan antisipasi harus menjadi prioritas utama. Ia meminta pemerintah daerah segera melakukan pemetaan risiko, memastikan kesiapan peringatan dini, menyiapkan lokasi evakuasi, dan menggerakkan relawan kebencanaan hingga tingkat desa.
âPencegahan harus melalui koordinasi solid dengan kementerian/lembaga terkait, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri, relawan, dan masyarakat lokal. Di wilayah rawan longsor, mitigasi harus dilakukan menyeluruh, mulai dari penguatan tebing, pemantauan retakan tanah, hingga edukasi kepada warga,â ujar Mahdalena.
Ia menegaskan kesiapsiagaan daerah menjadi menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
âJangan menunggu kejadian. Antisipasi adalah langkah paling efektif untuk melindungi masyarakat,â ujar dia.
Sebelumnya Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno telah menyebut pentingnya kolaborasi multipihak untuk membangun kesadaran bencana.
"Kita harus menjadi bangsa yang tangguh menghadapi bencana. Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah dan swasta menjadi penting. Kita perlu membantu Basarnas, BNPB, seluruh aparat pemerintah bersama-sama menyelamatkan warga, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketangguhan menghadapi bencana," ujar dia.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Merajut Harapan dengan Sasirangan, Kisah Humanis Persit yang Menjaga Warisan dan Menguatkan Kemandirian
-
5 Rekomendasi MTI untuk Dongkrak Industri Penerbangan Nasional
-
Distan Mataram Pastikan Ketersediaan Daging Aman hingga Idul Adha
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Komitmen Pemda Percepat Penuntasan TBC
-
Ekskavasi di kawasan cagar budaya Benteng Speelwijk
-
Hilirisasi Tahap II Digulirkan, Sektor Energi Jadi Fokus Utama
-
Pemerintah Perluas Akses Digital 1.200 UMKM Lewat STARt x Genmatic
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.