Target Berani! BKPM Yakin RI Mampu Gaet Rp13.000 Triliun dalam 5 Tahun
Rabu, 26 Nov 2025, 16:50 WIBTANGERANG â Menggenjot investasi menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah perlambatan global dan meningkatnya persaingan antarnegara dalam menarik modal.
Investasi yang mengalir tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja, memperkuat basis industri, serta mempercepat adopsi teknologi baru yang meningkatkan produktivitas jangka panjang.
Bagi pemerintah, memperbaiki iklim usahaâmulai dari kepastian regulasi, infrastruktur pendukung, hingga insentif fiskalâmenjadi faktor penentu agar investor melihat Indonesia sebagai destinasi yang minim risiko dan tinggi potensi.
Dengan peningkatan investasi, roda transformasi ekonomi dapat bergerak lebih cepat, menciptakan nilai tambah yang lebih besar, dan memperkokoh ketahanan ekonomi nasional menghadapi dinamika global.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani optimistis target investasi Indonesia senilai Rp13 ribu triliun dapat dicapai dalam waktu lima tahun.
âKalau saya melihatnya, kita optimis, ya, itu bisa kita capai. Karena tadi kalau kita lihat memang salah satu kontributor yang bisa mendorong ke atas itu adalah investasi,â kata Rosan saat ditemui di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (26/11).
Adapun pemerintah menargetkan investasi senilai 869 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp13 ribu triliun dalam lima tahun ke depan, sebagai salah satu upaya mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029.
Rosan memberikan perbandingan dengan periode pemerintahan sebelumnya dengan total investasi yang didapatkan dalam 10 tahun masa Pemerintahan Joko Widodo senilai Rp9.117,4 triliun.
âKita meyakini angka ini achievable. Tentunya masih ada PR (pekerjaan rumah) yang harus dilakukan, terutama saat orang berinvestasi, they donât like surprises, maunya terukur dan terstruktur,â ujar Rosan.
âNah memang PR-nya saya bilang masih ada, yaitu rule of law-nya mesti kita sempurnakan, kemudian clarity-nya juga kita harus sempurnakan,â katanya pula.
Selain kepastian hukum yang jelas, Rosan menilai hilirisasi juga menjadi bidang investasi yang perlu didorong, karena mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia mencontohkan, salah satunya adalah investasi proyek hilirisasi kelapa dari China yang sudah masuk ke Indonesia senilai 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,65 triliun.
âMemang dari investasinya jika dibandingkan mineral memang jauh (lebih kecil), di perkebunan ini mungkin relatif lebih kecil. Tapi penyerapan kerjanya bisa sampai 10.000 orang. Itu kan sangat besar,â kata dia lagi.
Selain itu, Rosan yang juga CEO Danantara tersebut, mengatakan hilirisasi komoditas perkebunan, pertanian, dan kelautan penting demi menciptakan nilai tambah atau nilai tukar bagi petani atau pun nelayan di berbagai daerah penghasil komoditas tersebut, serta mendorong penyerapan tenaga kerja.
âKalau kita bicara mengenai tropical seaweed, Indonesia nomor satu, dan sebagian ini adalah dilakukan oleh para petani rumput laut di Indonesia. Ini juga kita dorong dan sekarang sudah berjalan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan,â ujar Rosan pula.
Berita Terkait:
-
Program Gayo Lues: Dari Ganja ke Tanaman Ekonomi yang Legal dan Menguntungkan
-
Dikenal dengan Karyanya yang Distopia, Penulis Hungaria Sabet Nobel Sastra
-
HKI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen dengan Penetapan 44 Kawasan Industri sebagai PSN
-
Ketua DKPP Apresiasi Peran Media dalam Pengawasan Etik Penyelenggara Pemilu
-
Indonesia akan Meratifikasi Konvensi Perikanan ILO No. 188 pada 2026
-
Genjot Investasi di Kawasan Batam, Bintan dan Karimun, Menko Airlangga Rayu Investor Singapura
-
Wujudkan Kepedulian terhadap Kesehatan Lansia, SANF Berbagi Kebahagiaan Ramadan lewat SANFull of Blessings
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.