Mendag Tekankan Pentingnya Digitalisasi Layanan Ekspor Nasional

Selasa, 25 Nov 2025, 17:55 WIB

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, menekankan pentingnya digitalisasi ekspor untuk mendukung kelancaran perizinan dan peningkatan daya saing nasional. Ia mengatakan pemerintah terus memperkuat layanan ekspor agar pelaku usaha mendapat kemudahan maksimal.

Mendag Budi Santoso menyoroti otomatisasi Surat Keterangan Asal (SKA) preferensi sebagai fasilitas penting bagi eksportir. Ia menyebut sistem otomatis membantu pelaku usaha menghindari kesalahan administrasi yang menghambat ekspor.

Ket. Foto: — Sumber: RRI/Eliana Zahra

“Nah yang kedua, kita sekarang sudah membuat SKA preferensi itu otomatis, ketika misalnya mau ekspor ke Peru, mendapatkan biaya masuk 0 persen, Bapak-Ibu tidak perlu milih dan tidak akan mungkin salah,” ujar Budi Santoso.

Hal ini disampikan dalam acara Strategic Forum “Perluasan Pasar Ekspor ke Peru dan Tunisia: Potensi, Peluang, dan Tantangan IP-CEPA dan IT-PTA". Acara digelar di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Selasa (25/11).

Ia menyatakan digitalisasi mempercepat proses ekspor dan mengurangi beban administrasi pelaku usaha. Mendag menekankan peran business matching online dalam menghadapi tantangan jarak antar negara.

“Sekarang teknologi sudah maju. Jadi kita pakai apa namanya business matching secara online,” kata dia.

Ia menjelaskan business matching menjadi solusi efisien untuk memperluas pasar ekspor UMKM. Ia mengatakan proses daring memungkinkan pelaku usaha menjangkau lebih banyak calon mitra global.

Mendag menegaskan digitalisasi mendorong peningkatan ekspor yang telah tumbuh melampaui target tahun ini. Ia menyebut pencapaian tersebut hasil kerja sama pemerintah dan pelaku usaha dalam memanfaatkan sistem daring.

Pada sisi lain, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Djatmiko Bris Witjaksono, menyoroti sejarah perundingan CEPA Indonesia–Peru. Ia mengatakan penandatanganan CEPA menandai 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

“Jadi ada lima yang kita selesaikan tahun ini, Kanada dan Peru sudah kita tandatangani, tapi Peru yang menjadi pertama,” ujar Djatmiko.

Ia menyebut kerja sama tersebut meliputi Kanada, Uni Eropa, Peru, dan Tunisia.

Ia berharap pelaku usaha segera memanfaatkan perjanjian melalui business matching yang disediakan pemerintah. Ia menekankan kolaborasi aktif menjadi kunci penguatan ekspor dalam berbagai sektor. ils/I-1

  • Digitalisasi
  • Mendag Budi Santoso

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.