BKSDA Sumbar Tangani Empat Kasus Interaksi Harimau Sumatra di Agam.

Rabu, 13 Mei 2026, 19:13 WIB

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melakukan penanganan empat konflik atau interaksi negatif harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Kabupaten Agam pada awal Mei 2026.

"Empat konflik harimau ini kita tangani selama 12 hari semenjak 2-12 Mei 2026," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Selasa.

Ket. Foto: Petugas BKSDA Sumbar memasang kamera jebak untuk memantau keberadaan harimau di Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur semenjak Sabtu (2/5). — Sumber: Antara Foto

Ia mengatakan empat konflik tersebut di Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur semenjak Sabtu (2/5), setelah pasangan suami istri didatangi harimau saat berada di kebunnya.

Di lokasi tersebut, BKSDA Sumbar memasang kamera jebak dan kandang jebak.

"Saat ini kandang jebak masih terpasang di lokasi kemunculan satwa dilindungi tersebut," katanya.

Ia menambahkan konflik kedua dimana harimau mendatangi warga Matua Katiak, Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matua sedang berada di sawahnya, Selasa (5/5).

BKSDA Sumbar melakukan penanganan berupa memantau keberadaan di lokasi pada malam hari dan memasang kamera jebak di beberapa tempat.

Konflik ketiga berupa laporan kemunculan harimau di Aia Taganang, Matua Hilia, Kecamatan Matua, Kamis (7/5) dan petugas ke lokasi untuk verifikasi lapangan.

"Harimau di Taruyan, Matua Katiak dan Aia Taganang diduga satu individu, karena jarak hanya sekitar lima kilometer dari konflik sebelumnya," katanya.

Konflik di Padang Pulau, Gumarang 1, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Minggu (10/5), setelah anak kerbau berkelamin betina diserang harimau sumatra.

Anak kerbau ini mengalami luka pada bagian paha kanan belakang dan anak kerbau tersebut mati, Senin (11/5) sore.

"Kita belum dapat menduga harimau di Gumarang satu individu dengan Kecamatan Matur. Petugas sudah ke lokasi untuk melakukan penanganan usai mendapatkan laporan dari pemerintah nagari, Senin. (11/5)," katanya.

BKSDA Sumbar melakukan penanganan konflik tersebut bersama Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin dan Pagari Salareh Aia.

Ia mengimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan saat berada di kebun dengan cara tidak sendirian ke kebun, melakukan aktivitas di kebun dari pukul 09.00-16.00 WIB, mengandangkan ternak sekitar rumah agar aman dari serangan harimau.

  • Harimau Sumatra

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.