Kesejahteraan Guru yang “Tak Sebanding” dengan Jasanya
Selasa, 25 Nov 2025, 03:06 WIBLagu âGuru Oemar Bakrieâ dari Legenda musik Iwan Fals begitu melekat di telinga masyarakat kita dan tak lekang waktu karena lirik dalam lagu itu begitu nyata. Isu nasib dan kesejahteraan guru, sang pahlawan tanda jasa sampai saat ini masih terus menjadi perhatian dari berbagai pihak yang tak kunjung selesai. Kesejahteraan guru seakan-akan tak sebanding dengan jasanya kepada para siswa dan masyarakat Indonesia secara umum dalam mencerdaskan bangsa.
âBikin otak orang seperti otak Habibie. Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakrie, seperti dikebiri,â lirik yang dilantukan Iwan itu ingin memperlihatkan bahwa kerja keras para guru untuk membentuk masa depan bangsa dihargai dengan murah.
Kesejahteraan guru terus saja menjadi isu yang hangat, menki Menteri Pendidikan datang silih berganti dan pimpinan saling berjanji memberikan kesejahteraan kepada guru. Hari Guru terus diperingati setiap 25 November, tepat hari ini, Selasa (25/11). Namun masalah kesenjangan upah dan isu kompetensi terus menjadi bahan bahasan setiap waktu.
Pada tahun 2025, keterbukaan akses lewat beragam media sosial dan pemberitaan memperlihatkan masih ada guru yang digaji tidak layak bahkan lebih rendah dari upah minimum di suatu daerah. Kebanyakan dari mereka adalah guru honorer.
Situasi tersebut menunjukkan ironi di mana guru, yang bekerja untuk mengembangkan lahirnya tokoh brilian seperti mantan Presiden BJ Habibie, memiliki tingkat kesejahteraan di bawah profesi baru seperti influencer.
Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan (GTKPG) Kemendikdasmen Nunuk Suryani menyebut pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk dalam pemberian aneka tunjangan guru.
Sampai dengan 17 November 2025, data Kemendikdasmen memperlihatkan penyaluran tunjangan guru aparatur sipil negara daerah (ASND) sudah mencapai 92,32 persen. Penyaluran itu terdiri atas Tunjangan Profesi Guru (PTG), Tunjangan Khusus Guru (TKG) dan Dana Tambahan Penghasilan (DTP).
Untuk TPG pada semester 1 sudah tersalurkan kepada 1.472.687 orang atau 99,73 persen dan 1.404.059 orang pada semester 2. Total sudah tersalurkan 62,961 triliun rupiah. TKG sudah tercapai 61,97 persen dan DTP sudah tersalurkan 37,20 persen. Penerima TKG dan DTP diusulkan oleh pemerintah daerah, sehingga kecepatan daerah mempengaruhi penyalurannya. Untuk TKG sudah tersalur Rp1,490 triliun dan DTP sebesar 274 miliar rupiah. Pemerintah menetapkan pagu 70,064 triliun rupiah untuk penyaluran dalam tahun anggaran 2025.
Semoga saja kesejahteraan guru terus meningkat sehingga kinerjanya dalam mendidik generasi muda Indonesia bukan sekedar tanpa tanda jasa.Jangan lagi seperti lirik âGuru Oemar Bakriâ, jangan ada lagi guru yang makan hati karena menjadi guru jujur dan berbakti. Karena guru hebat, yang terjamin kualitas hidup dan kompetensinya, akan melahirkan Indonesia yang kuat. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Program Makan Bergizi Gratis Harus Didanai Sepenuhnya Dari APBN/D
-
Pemkot Kediri larang kegiatan wisuda dari PAUD hingga SMP
-
Evaluasi Bertahap untuk Kesejahteraan Guru Paruh Waktu
-
Kemendikdasmen: Pemerintah Luncurkan Tiga Program Bantuan untuk Guru
-
Mengapa Shalsabila Melakukan Gerakan Berikut Sebelum Terjun ke Sungai Batanghari
-
Riset Berkualitas: Pembuka Jalan Ekspor Indonesia Ke Pasar Dunia
-
Pertamina Pertahankan Kinerja Positif 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.