Dirut KAI: Operasional KRL Jabodetabek 24 Jam Masih Perlu Dikaji dengan Matang

Selasa, 25 Nov 2025, 18:30 WIB

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia belum memastikan kapan layanan KRL Jabodetabek beroperasi 24 jam penuh. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan wacana itu menarik dari sisi pelayanan, namun perusahaan perlu mengkaji dengan matang.

"Tentunya dari sisi pelayanan pelanggan, ini hal yang positif. Tapi tentunya kita harus menghitungnya (plus minus)," kata Bobby dihadapan awak media di Stasiun Gambir, Selasa (25/11).

Ket. Foto: Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin (tengah) — Sumber: RRI/Danang Sundoro

Bobby menyoroti pentingnya pengecekan rutin sarana, prasarana, serta sistem kelistrikan penyuplai jalur kereta. Menurutnya tanpa jeda waktu pemeriksaan, risiko gangguan teknis terhadap layanan KRL dapat meningkat tajam.

"Namanya pengoperasian kereta inikan tidak sederhana yang kita harus paksakan. Lalu bagaimana elektrifikasinya. Itu kan aliran listrik di atas juga. Kalau aliran listriknya 24 jam, kapan kita mengecek kabelnya," lanjut Bobby.

Bobby mencontohkan insiden layangan yang membuat kereta cepat Whoosh sempat berhenti beberapa waktu lalu. Bobby menilai jaringan KRL yang lebih luas menghadirkan potensi risiko, serupa bahkan lebih besar.

"Jangan-jangan kabelnya seperti teman-teman dengar sendiri. Kalau di Whoosh itu ada layangan nyangkut saja, itu berhenti. Apalagi jaringannya jauh lebih panjang dari Jakarta. Tentunya kita kaji," ujar Direktur Utama KAI.

KAI memastikan kajian akan dilakukan bersama Kementerian Perhubungan sebelum mengambil keputusan terkait layanan 24 jam. Analisis akan mencakup aspek keselamatan, operasional, dan kenyamanan pelanggan secara menyeluruh menurut manajemen.

"Kita kaji, benar-benar kaji. Sekali lagi yang saya sampaikan tadi," katanya.

"Tiga aspek penting yakni satu keselamatan, tentunya berkaitan juga dengan perawatan sarana dan prasarananya. Kedua dari aspek operasionalnya. Yang ketiga kenyamanan buat pelanggan juga."

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan akan mengkaji kemungkinan operasional KRL Commuter Line selama 24 jam. Dudy menyampaikan hal tersebut di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (18/11) lalu.

“Nanti saya coba koordinasi dengan Kereta Api (Indonesia-red) ya, apakah perlu layanan 24 jam. Itu perlu pengkajian dan harus dilihat juga,” kata Dudy.

“Saya mesti tanya sama KAI, cost-nya kan mereka harus hitung juga. Apakah dengan mengaktifkan kereta 24 jam cost-nya seperti apa, atau ada solusi lain,” kata dia.

Pembahasan muncul setelah fenomena sejumlah karyawan menginap di Stasiun Cikarang menjadi sorotan publik. Menhub menyebut kebutuhan operasional dan kenyamanan penumpang harus menjadi dasar pengkajian kebijakan tersebut. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

Hujan Kalsel Diprakirakan Meningkat Oktober, BMKG Sebut Bisa Bantu Atasi Karhutla.

Karhutla Tanah Bumbu, Polisi Bagikan Masker untuk Lindungi Warga dari Asap.

Karhutla Jadi Perhatian, Papua Tengah Bentuk Satgas untuk 8 Kabupaten.

Kementerian PU Turun Tangani Karhutla di Tanjung Selor, Kaltara.

Kabut Asap Karhutla Muncul, Pelayaran Speedboat Tanjung Selor-Tarakan Tetap Normal.

Sungai Musi Dipenuhi Sampah, Wali Kota Palembang Ajak Warga Bergerak.

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal”, Ternyata Ada 1.800 Ton Senilai Rp4.000 Triliun

Mau Selamatkan Harimau? Rantai Makanan Harus Dijaga.

Rayakan 5 Abad Banjarmasin, Festival Tari Daerah Jadi Upaya Lestarikan Tradisi.

Polisi Buru Pemodal Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

Gempa M4,8 Guncang Perairan 84 Km Timur Laut Ruteng Manggarai NTT.

Rumah Adat di Kawasan Wisata Sade Lombok Terbakar.

Karhutla Jambi Meningkat, Wakapolda Cek Titik Panas dan Evaluasi Penanganan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.