Kemping Antariman Beri Ruang Rawat Keberagaman

Senin, 24 Nov 2025, 01:05 WIB

BOGOR – Kegiatan kemah lintas agama “Interfaith Harmony Camp 2025” bisa menjadi ruang perjumpaan nyata, tempat membangun kolaborasi berkelanjutan, dan merawat keberagaman. “Di tangan anak muda, harmoni antarwarga akan menemukan bentuk-bentuk kreatif dan solutif,” ujar Plt Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi, di Bogor, Minggu (24/11).

Pernyataan Zayadi tersebut disampaikan saat menutup Interfaith Harmony Camp 2025 di Bogor. Kemping diakhiri dengan menanam pohon dan pembacaan deklarasi bersama lintas agama serta organisasi kepemudaan. Menurut Zayadi, harmoni antarumat beragama harus terus dirawat melalui aksi nyata yang membumi dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Penanaman pohon dipilih sebagai simbol kesadaran ekologis yang menyatu dengan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Ket. Foto: Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin dalam Kemah Lintas Agama bertajuk Interfaith Harmony Camp di Bogor. — Sumber: ANTARA/HO-Kemenag

Zayadi menyebut, ekoteologi sebagai titik temu penting bagi komunitas lintas iman untuk mendorong kepedulian bersama terhadap bumi. “Ketika kita menjaga lingkungan, sesungguhnya sedang menjaga masa depan kemanusiaan. Ini menjadi pesan sekaligus komitmen bersama,” ujarnya. Menurutnya, Interfaith Harmony Camp tidak hanya memberi ruang dialog, tetapi juga menumbuhkan jejaring kolaboratif. Selanjutnya, diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program berkelanjutan di berbagai daerah.

Generasi muda lintas agama yang menjadi peserta camp diarahkan menjadi duta harmoni di komunitas masing-masing. Ia berharap nilai kebersamaan yang terbangun selama dua hari kegiatan dapat terus diperkuat dalam agenda-agenda lintas iman berikutnya. “Kita menanam pohon, tetapi sesungguhnya sedang menanam harapan bagi Indonesia yang lebih damai dan berdaya,” ujarnya.

Deklarasi

Deklarasi Interfaith Harmony Camp 2025 dibacakan oleh perwakilan pemuda lintas agama sebagai komitmen bersama setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Deklarasi tersebut meliputi isi berikut. Pertama, peserta menegaskan kesetiaan pada nilai-nilai kebangsaan, khususnya Pancasila, UUD 1945, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Mereka sepakat bahwa kehidupan berbangsa harus dijaga melalui sikap saling menghormati serta penghargaan terhadap keberagaman. Kedua, peserta berkomitmen memperkuat kerukunan antarumat beragama melalui dialog, kerja sama, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial yang membangun persatuan.

Mereka memandang bahwa sikap saling memahami menjadi jembatan untuk memperkokoh kohesi sosial. Ketiga, peserta menyerukan pentingnya merawat harmoni dengan alam melalui praktik ekoteologi. Mereka menyatakan kesiapan untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan, mempromosikan keberlanjutan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap bumi. Prosesi penanaman pohon pada penutupan kegiatan menjadi simbol awal dari komitmen tersebut.

Keempat, peserta menegaskan solidaritas kemanusiaan tanpa batas agama, dengan menjunjung nilai kasih, keadilan, dan penghormatan atas martabat manusia. Mereka menolak segala bentuk diskriminasi dan meyakini bahwa nilai kemanusiaan merupakan ruang temu yang menyatukan seluruh tradisi keagamaan.

Kelima, peserta berkomitmen mendorong lahirnya program-program kolaboratif lintas agama yang berfokus pada isu lingkungan, perdamaian, dan penguatan kohesi sosial. Mereka berharap gerakan bersama ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan memperkuat harmoni di berbagai daerah.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) menyerukan semangat untuk terus merawat toleransi, mempererat kebersamaan, dan menumbuhkan semangat saling menghargai lewat gelaran jalan santai lintas iman dalam Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day/CFD). Acara jalan santai diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, melepas langsung peserta. “Jalan sehat ini untuk merekat, mempererat, dan mengintegrasikan perbedaan,” ujar Menag Nasaruddin Umar, Minggu.

  • Kemah Lintas Agama

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.