Gowes Ontel Warnai Peringatan Hari Guru Nasional, Dipimpin Menag Nasaruddin Umar

Senin, 24 Nov 2025, 11:55 WIB

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memimpin peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2025 lewat penyelenggaraan Gowes Ontel dengan melibatkan ratusan guru lintas iman di wilayah Jabodetabek.

"Ya, nostalgia dulu guru-guru memakai pakaian seperti ini. Guru-guru itu tokoh masyarakat, ya. Luar biasa. Alhamdulillah, kita sekarang ini memperingati Hari Guru," ucap Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Minggu.

Ket. Foto: Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin Gowes Ontel peringati Hari Guru Nasional di Jakarta, Minggu (23/11/2025). — Sumber: Antara Foto

Seluruh peserta yang hadir nampak mengenakan pakaian guru zaman lampau. Menag Nasaruddin pun demikian, ia mengenakan setelan klasik berwarna hijau-hijau.

Rombongan pesepeda bergerak keluar dari halaman kantor Kementerian Agama (Kemenag) menuju Lapangan Banteng dan jalur kota yang sudah disiapkan.

Menag berada di barisan depan, beberapa kali melambaikan tangan kepada warga yang menepi untuk melihat rombongan.

"Ya, dulu kan tidak ada motor, tidak ada mobil. Ya, jalan kaki kejauhan. Makanya kita pakai sepeda,” kata Menag Nasaruddin Umar.

Ia juga menyebut manfaat sepeda yang relevan hingga kini, bahkan memperkuat kampanye ekoteologi yang saat ini terus digaungkan Kemenag.

“Sepeda itu manfaatnya banyak. Olahraga, bebas polusi, cepat sampai, dan biayanya murah. Anti-polusi ya. Anti-polusi dan biasa boncengan," kata Menag.

Menurutnya, kegiatan bersepeda ini bukan sekadar simbolik, tapi menjadi cara untuk menghargai perjalanan panjang guru pada masa lalu.

"Banyak guru generasi awal Indonesia mengandalkan sepeda untuk mencapai sekolah yang jaraknya jauh dari permukiman, dan kegiatan hari ini menjadi cara mengingat kembali nilai kesederhanaan dan dedikasi tersebut," ujar Menag Nasaruddin Umar.

Menag tegaskan perluasan akses PPG jangkau guru lintas agama 

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan perluasan akses Pendidikan Profesi Guru (PPG) kini tidak hanya diikuti oleh guru-guru agama Islam saja, tapi menjangkau seluruh guru lintas agama.

"Selama ini PPG hanya diikuti guru-guru agama Islam. Sekarang kita berikan juga kepada guru Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha. Semua kita fasilitasi," ujar Menag Nasaruddin Umar saat peringatan Hari Guru Nasional di Kemenag, Jakarta, Minggu.

Menag mengatakan inklusivitas ini menjadi upaya Kemenag dalam meningkatkan kesejahteraan seluruh guru agama. Kebijakan ini juga sebagai bagian dari upaya pemerintah menghapus disparitas dalam peningkatan kompetensi guru.

Pada 2025 perluasan akses terhadap program PPG meningkat hingga 700 persen dari tahun-tahun sebelumnya. Saat ini lebih dari 102.000 guru madrasah dan guru pendidikan agama sedang mengikuti PPG. Totalnya mencapai 206.411 guru sepanjang 2025, naik drastis dari 29.933 peserta pada 2024.

Sebanyak 227.147 guru non-PNS juga menerima kenaikan tunjangan profesi dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.

"Pengembangan PPG mencapai 700 persen. Sebelumnya kenaikannya hanya sekitar 20–30 persen per tahun. Tahun ini meningkat menjadi 700 persen," kata Menag Nasaruddin Umar.

Selain peningkatan kompetensi, lanjutnya, pemerintah juga memperluas jalan karier bagi para pendidik honorer. Dalam tiga tahun terakhir sebanyak 52.000 guru honorer berhasil diangkat menjadi PPPK, memberikan kepastian status dan kesejahteraan yang lebih baik.

"Tidak boleh ada diskriminasi. Inilah wajah Kementerian Agama sekarang," kata Menag Nasaruddin Umar.

Menanggapi masih adanya guru madrasah yang menerima honor sangat rendah, Menag menyebut sejumlah langkah perbaikan telah mulai berjalan.

"Sekarang sudah mulai ada Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan peningkatan kesejahteraan, dan undang-undang guru dan dosen ini kita akan revisi dan nanti itu kalau terwujud," kata Menag Nasaruddin Umar.

Menag berharap revisi undang-undang tersebut dapat menghapus kesenjangan antar-lembaga pendidikan.

"Tidak boleh ada perbedaan antara dosen perguruan tinggi umum dan dosen perguruan tinggi keagamaan, begitu juga antara guru madrasah dan guru SD. Semua adalah anak bangsa, tidak boleh ada diskriminasi," ucap Menag Nasaruddin Umar.

  • Hari Guru Nasional

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.