Tak Punya Lahan Pangan, Banjarmasin Andalkan Kerja Sama Luar Daerah untuk Selamatkan Program MBG

Minggu, 23 Nov 2025, 21:35 WIB

BANJARMASIN - Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), terus memperluas kerja sama dengan berbagai daerah, mulai dari Kalimantan hingga Jawa dan Sulawesi, untuk memenuhi lonjakan kebutuhan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lebih dari 60 ribu siswa. 

Minimnya produksi pangan lokal membuat kota ini harus mengandalkan suplai luar daerah untuk menjaga stok tetap stabil.

Ket. Foto: Salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program MBG di Banjarmasin, Kalsel, saat menyiapkan makanan untuk disuplai ke siswa. — Sumber: ANTARA/HO-DPRD Banjarmasin

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ichrom Muhtezar, di Banjarmasin, Minggu, mengungkapkan, kebutuhan bahan pokok utamanya di bidang pangan makin tinggi permintaan, khususnya dari puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk siswa.

Menurut dia, sebagai daerah yang tidak banyak produksi pangan, kebutuhan disuplai luar daerah, baik dari daerah tetangga hingga luar provinsi, yakni dari Pulau Jawa hingga Sulawesi.

Hal ini tentunya, ujar Tezar, panggilan akrabnya, pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat di kota dengan jumlah penduduk sekitar 700 ribu jiwa guna menstabilkan stok maupun harga di pasaran.

"Kerja sama itu dimulai dengan daerah tetangga, yakni Barito Kuala (Batola) dan Tanah Laut (Tala) untuk kebutuhan beras khususnya, termasuk ke luar Pulau Kalimantan, seperti Subang, Jawa Barat.

"Kerja sama dengan Kabupaten Subang ini juga untuk pemenuhan kebutuhan beras," katanya lagi.

Selain itu, ujar Tezar, Pemkot Banjarmasin juga menjalin kerja sama ke Kabupaten Brebes, Jawa Timur, untuk bawang merah.

Demikian juga, kata dia, dengan Kabupaten Blitar untuk pemenuhan stok daging ayam dan telur.

Terbaru, kata Tezar, Pemkot Banjarmasin telah melakukan kerja sama dengan Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, untuk kebutuhan pokok telur ayam dan beras.

Kemudian juga dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan untuk kebutuhan cabai dan bawang.

Menurut dia, keperluan beberapa komoditas seperti ayam, telur, buah dan sayur cukup tinggi permintaan saat ini, khususnya untuk program MBG yang kini menyiapkan untuk 60 ribu lebih siswa di Kota Banjarmasin.

  • banjarmasin
  • program mbg
  • lahan pangan

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.