Gunung Sangeang Api Naik Level Waspada, NTB Siapkan Skema Evakuasi Warga

Minggu, 23 Nov 2025, 20:45 WIB

MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Pemerintah Kabupaten Bima, TNI/Polri dan pihak terkait memperkuat kesiapsiagaan mengevakuasi warga menyusul status Gunung Sangeangapi naik dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) mulai Jumat (22/11).

Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahmadi mengatakan langkah kesiapsiagaan setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan laporan khusus Nomor 143/GL.03/BGL/2025 pada 22 November 2025, yang menyatakan kenaikan status Gunung Sangeangapi dari Level Normal menjadi Waspada.

"Menindaklanjuti itu kami menggelar rapat membahas upaya mitigasi dan langkah penanganan potensi dampak peningkatan aktivitas vulkanik," ujarnya melalui pernyataan diterima di Mataram, Minggu (23/11).

Hingga Minggu, Gunung Sangeangapi masih berada pada status Level II (Waspada). Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah utama, serta wilayah sektoral timur-tenggara hingga garis pantai sejauh 6,5 kilometer.

"Meski demikian, sekitar 150 warga masih beraktivitas seperti bertani, berkebun, beternak, dan melaut di luar radius terlarang tersebut," kata dia.
BPBD Kabupaten Bima bersama Camat Wera dan Kepala Desa Sangeang telah melakukan identifikasi kondisi masyarakat yang masih berada di sekitar kawasan rawan, sekaligus melaksanakan sosialisasi terkait kesiapsiagaan evakuasi.

20251123204451_2.jpg

Ket. Foto: Gunung Sangeang Api di Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. — Sumber: Istimewa

Terpantau adanya asap keluar dari kawah utama serta dari tembusan baru yang berbeda dengan titik erupsi terakhir pada 2014 di Gunung Sangeangapi, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/11). Antara/Ady Ardiansah.


Selain itu, dukungan logistik juga diberikan, termasuk bingkisan Gubernur NTB untuk Tim Siaga Bencana Vulkanologi, serta pembagian masker kepada Kepala Desa Sangeang sebagai langkah antisipasi abu vulkanik.

Dalam skema pembagian tugas evakuasi apabila status meningkat ke Level III (Siaga) hingga Level IV (Awas), sejumlah instansi disiagakan, termasuk SAR Bima, TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta BPBD Kabupaten Bima.

"Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB juga memastikan dukungan sumber daya untuk memperkuat kesiapsiagaan," tegas Ahmadi.

Selain itu, sejumlah peralatan evakuasi telah dalam kondisi siaga, meliputi speed boat milik Pos SAR Bima, Polairud Bima, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bima, serta perahu boat KSDA Sangeang. Sarana pengungsian seperti tenda dari BPBD Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Provinsi NTB juga telah disiagakan.

"Dapur umum dan perlengkapan kesehatan disiagakan oleh BPBD, TNI, Polri, dan Dinas Sosial, sementara kebutuhan logistik pengungsi ditangani oleh BPBD NTB, BPBD Kabupaten Bima, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, dan PMI NTB," katanya.

Ahmadi menyatakan pemerintah berharap proses mitigasi dapat berjalan efektif untuk meminimalkan risiko bagi masyarakat di sekitar Gunung Sangeangapi apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik. Ant

  • Gunung Sangeang Api

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.