Gulung Bhayangkara, PSIM Yogyakarta Merangsek ke Peringkat Empat
Minggu, 23 Nov 2025, 13:19 WIBYOGYAKARTA â Posisi PSIM kini berada di peringkat empat. Poisisi ini didongkrak berkat kemenangan 1-0 atas Bhayangkara FC. Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel mensyukuri kemenangan timnya atas Bhayangkara FC pada pekan ke-13 BRI Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (22/11).
Dikutip dari laman resmi klub, Minggu, Van Gastel mengaku bahagia dengan kemenangan yang didapatkan tim asuhannya atas Bhayangkara FC. "Saya pikir sangat bagus kami bisa menang di pertandingan ini. Kami bisa menguasai jalannya pertandingan, terutama di babak pertama," ujar Van Gastel.
Van Gastel menjelaskan ia melihat perubahan permainan lawan di babak kedua menjadi lebih agresif. Menurutnya, ini cukup menyulitkan bagi tim asuhannya. Meskipun serangan lawan makin gencar, pelatih berkebangsaan Belanda tersebut menilai timnya seharusnya bisa menciptakan gol di babak kedua.
"Sementara, di babak kedua harus diakui bahwa Bhayangkara lebih agresif dan serangan mereka jauh lebih berbahaya daripada babak pertama," kata Van Gastel. "Kami harusnya bisa mengkreasikan peluang lebih banyak di babak kedua, tapi ada sedikit situasi yang tidak mudah saat di sepertiga akhir pertahanan lawan," kata dia.
Pada pertandingan ini PSIM Yogyakarta mengemas kemenangan atas Bhayangkara FC berkat gol semata wayang yang dicetak oleh gelandang Rahmatshoh Rahmatzoda. Berkat kemenangan ini, PSIM Yogyakarta naik ke peringkat keempat klasemen sementara Super League dengan 22 poin dari 12 pertandingan.
Pelatih Persebaya Dipecat
Sementara itu, Â Persebaya Surabaya resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Eduardo Perez Moran, setelah enam bulan menangani tim kebanggaan Arek-Arek Suroboyo tersebut, pada Sabtu (22/11) malam. Manajemen klub dalam keterangan resmi yang diunggah melalui sosial media menyebut keputusan itu diambil setelah melakukan evaluasi internal terhadap performa tim sepanjang paruh pertama musim.
"Perihal pelatih pengganti, Persebaya telah mencapai kesepakatan jangka panjang. Namun, Persebaya akan bersikap profesional menunggu tuntasnya segala urusan legalitas," tulis akun resmi Instagram klub @officialpersebaya. Pihak klub juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi coach Edu, panggilan akrabnya, selama menangani skuad Bajul Ijo.
Keputusan pemutusan kontrak ini muncul setelah rangkaian hasil yang dinilai belum stabil. Pada laga terakhir, Persebaya bermain imbang 1-1 melawan Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (22/11) sore. Sementara itu, kapten Persebaya Bruno Moreira dalam unggahan di Instagram Story pribadinya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dedikasinya selama di klub.
"Terima kasih untuk semuanya, coach Edu! Hormat setinggi-tingginya untuk pelatih dan pribadi seperti Anda. Semoga Anda selalu sukses," tulis akun @brunomoreira99. Eduardo Perez Moran lahir di Madrid, Spanyol, pada 2 Desember 1976. Ia merupakan pemegang lisensi Pro UEFA dan dikenal menerapkan gaya permainan berbasis penguasaan bola serta intensitas pressing tinggi.
Sebelum menangani Persebaya, coach Edu memiliki pengalaman melatih di Indonesia, termasuk sebagai pelatih kiper Timnas Indonesia U-23 semasa era Luis Milla pada 2017â2018. Ia juga pernah menjadi asisten pelatih Persija Jakarta serta sempat memimpin PSS Sleman pada awal 2020.
Selain pengalaman di Indonesia, Perez juga pernah bekerja bersama klub asal Spanyol CP Villarrobledo, baik sebagai pelatih kepala maupun koordinator tim junior. Filosofinya, menekankan pengembangan pemain yang agresif dalam transisi dan efisien dalam penguasaan bola.
Persebaya, menunjuk coach Edu pada 3 Juni 2025 sebagai bagian dari restrukturisasi teknis tim menghadapi musim BRI Super League 2025/2026. Sepanjang masa kepelatihannya, ia memimpin tim dalam 11 pertandingan resmi. Dalam periode tersebut, Persebaya mencatat empat kemenangan, empat hasil imbang dan tiga kekalahan.
Salah satu kemenangan terbesar diraih saat menundukkan Bali United dengan skor 5-2, yang menurut coach Edu merupakan hasil dari soliditas kolektif pemain. Di sisi lain, pelatih berusia 49 tahun itu, menyebut kekalahan dari Persija Jakarta dengan skor 1-3 terjadi karena detail kecil dalam permainan, khususnya situasi bola mati dan satu peluang tunggal yang tidak mampu diantisipasi pemain.
Pada beberapa pertandingan lain, ia menekankan pentingnya kedalaman skuad ketika sejumlah pemain kunci absen. Di tengah dinamika performa tim, ia tetap menilai Persebaya memiliki fondasi kuat untuk berkembang, meski hasil belum maksimal pada sejumlah pekan awal liga.
Persebaya memastikan akan bertindak profesional dalam proses pencarian pelatih baru dan menyampaikan pengumuman setelah seluruh proses administratif diselesaikan.
- PSIM Yogyakarta
- liga super indonesia
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Persebaya Digulung 5-1 Borneo FC, Persija Jakarta Lengser dari Posisi Kedua Klasemen
-
Kuota Mudik Gratis Jambi Ludes Sekejap, Peminat Membludak
-
Persib Tak Boleh Lena, Salah Melangkah, Tergusur dari Puncak Klasemen
-
Penyaluran Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
-
Jaga Kestabilan Harga, Bank Jatim Gelar Bazar Sembako Murah
-
Ombudsman Sarankan Bangka Belitung Intensifkan Pasar Murah untuk Tekan Harga Sembako
-
Jadwal Super League Pekan ke-29: Laga Kandang PSIM Versus Persija Dipindah ke Bali dan Tanpa Penonton
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.