Dari Pelosok Gunung Kidul hingga Menoreh, Pemuka Kristen–Katolik se-DIY Berkumpul Bahas Kamtibmas Jelang Natal
Sabtu, 22 Nov 2025, 19:10 WIBYOGYAKARTA â Sekitar seratus lima puluhan pemuka agama Kristen dan Katolik dari seluruh DIY menghadiri dialog kamtibmas bersama Polda DIY di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Bener, Yogyakarta, Jumat (21/11). Pertemuan berlangsung pukul 16.30â19.30 WIB dan dipimpin Dirbinmas Polda DIY, Tri Panungko.
Yang menarik, para pemuka agama datang dari wilayah-wilayah paling jauh di DIY. Ketua Badan Kerjasama Antar Denominasi Kristen DIY (BKSADK DIY), Pendeta Agus Haryanto, mengatakan sebagian peserta menempuh perjalanan panjang dari pelosok Gunung Kidul hingga kawasan perbukitan Menoreh di Kulon Progo.
âTeman-teman dari ujung selatan Gunung Kidul datang, begitu juga dari pelosok Kulon Progo. Itu menunjukkan keseriusan kita bersama,â kata Agus.
Ia menjelaskan bahwa forum ini menjadi ruang penting bagi gereja untuk memahami arah kebijakan kamtibmas menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. âKantibmas adalah kepentingan bersama. Kita ingin Jogja tetap teduh,â ujarnya.
Ketua Panitia, Joko Pamungkas, mengatakan pertemuan ini dirancang sebagai ajang silaturahmi dengan Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono. Namun Kapolda berhalangan hadir karena mendampingi Kapolri dalam tugas mendadak. âBeliau sangat antusias, tetapi tugas negara harus didahulukan,â ujarnya.
Meski demikian, Joko tetap membacakan pantun yang ia siapkan khusus untuk Kapolda:
Embun pagi jatuh di halaman GRII perlahan,
Menyapa bumi dengan teduh penuh kesejukan;
Kapolda Anggoro hadir memperkuat kebersamaan,
Dengan para pemuka agama menjaga rukun dan keamanan.
Pantun itu disambut tepuk tangan para peserta. âSemoga di kesempatan berikutnya Bapak Kapolda bisa hadir sendiri,â kata Joko.
Forum tersebut memuat empat agenda: perkenalan Kapolda baru, pemaparan situasi kamtibmas DIY, koordinasi NatalâTahun Baru, serta penguatan peran pemuka agama dalam menjaga kerukunan sosial.
Dirbinmas Polda DIY, Tri Panungko, mengatakan keamanan Yogyakarta merupakan investasi penting bagi pariwisata, sosial, dan kehidupan ekonomi. Ia menitipkan pesan agar jemaat tidak terseret aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban. âKalau lingkungan aman, itu akan menyebar ke seluruh DIY,â katanya.
Pertemuan ditutup dengan doa lintas gereja serta ajakan memperkuat koordinasi antara gereja dan kepolisian agar perayaan Natal di DIY berlangsung aman dan damai.
- Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia 2025
- Jelang Natal dan Tahun Baru 2026
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Keuskupan TNI-Polri Turut Ambil Bagian Perdana dalam SAGKI 2025
-
Kawasan wisata sambut libur Natal dan tahun baru
-
Jelang Nataru: KAI Daop 2 Awasi dan Siapkan Alat Khusus Antisipasi Bencana di 53 Titik Jalur Rel
-
Pemkab Lebak Meminta Warga Tidak Membuang Sampah ke Aliran Sungai
-
Massa Aliansi Buruh Demo di Patung Kuda, Tuntut Stop Brutalitas Aparat Hingga Bebaskan Peserta Aksi dan Aktivis Demokrasi!
-
Dekorasi Natal di restoran
-
Prakiraan Cuaca Jakarta: Cerah Berawan Sepanjang Hari Minggu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.