Sultan HB X Minta Polri dan Jaga Warga Perkuat Sinergi Demi Keamanan DIY

Jumat, 21 Nov 2025, 11:27 WIB

YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Polri dan Jaga Warga memperkuat sinergi untuk menjaga ketenteraman dan keamanan di provinsi ini.

"Kita harus bergerak, menuju paradigma baru people-centered security. Suatu pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek dan mitra strategis melalui empati, komunikasi dua arah, dan tanggung jawab bersama," ujar Sultan HB X saat memimpin apel "Srawung Agung Kelompok Jaga Warga untuk Jogja Damai" di halaman Mapolda DIY, Kabupaten Sleman, Jumat.

Ket. Foto: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X saat memakaikan rompi secara simbolis kepada perwakilan Jaga Warga saat apel "Srawung Agung Kelompok Jaga Warga untuk Jogja Damai" di halaman Mapolda DIY, Kabupaten Sleman, Jumat (21/11/2025). — Sumber: ANTARA

Sultan mengatakan membangun kembali ruang sosial yang teduh melalui kedekatan antara warga dan aparat amat penting sehingga keamanan dapat dijaga secara preventif dan humanis sesuai karakter masyarakat Jawa.

Sultan menuturkan bahwa ketenteraman DIY bertumpu pada kohesi sosial masyarakat serta pendekatan kultural yang telah menjadi kekuatan daerah ini.

Raja Keraton Yogyakarta itu menyebut pengalaman DIY menghadapi berbagai masa genting menunjukkan bahwa keamanan bisa terjaga berkat kerja sama erat antara warga dan aparat.

"Yogyakarta berhasil melewati masa genting itu, dalam bingkai kohesi sosial, melalui dialog, pendekatan kultural, dan sinergi antara Polri dan Jaga Warga," katanya.

Menurut Sultan, Jaga Warga memegang peran penting sebagai penghubung antara masyarakat dan aparat keamanan.

Keberadaan mereka, lanjut Sultan, bukan untuk bersikap represif, melainkan memperkuat rasa teduh di tengah dinamika sosial dengan mengedepankan dialog.

"Menjadi sahabat masyarakat dan mitra Polri, yang memperkuat keteduhan di tengah dinamika sosial," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sultan menyambut baik dukungan 10.000 rompi Jaga Warga dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Ia mengatakan bahwa rompi tersebut menjadi simbol keteduhan dan penanda bahwa garda keamanan hadir untuk ngayomi lan ngemong, bukan untuk menakuti masyarakat.

Menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Sultan berharap Jaga Warga terus menjaga harmoni dan memperkuat keteduhan di masyarakat.

"Menjadi pagar budaya yang menjaga harmoni, menjadi sahabat masyarakat dan mitra Polri, yang memperkuat keteduhan di tengah dinamika sosial," tutur Sultan HB X.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.