Normalisasi Ciliwung Tancap Gas: Gubernur DKI Gandeng Menteri PU, Target 12 Sungai Disikat dan Jakarta Naik Level Jadi Kota Global

Jumat, 21 Nov 2025, 16:15 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dodi Hanggodo memulai Kick Off Gerakan Bersih dan Sehat bersama Sungai di kawasan Jalan Inspeksi Ciliwung, Pancoran, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi simbol kuat kolaborasi Pemprov DKI dan Kementerian PU dalam percepatan normalisasi Ciliwung untuk menciptakan lingkungan kota yang nyaman, aman, dan berkelanjutan.

Upaya ini disebut sebagai bagian penting dalam mereduksi risiko banjir yang kerap menghantui ibu kota setiap musim hujan. Pemprov DKI menegaskan komitmennya untuk menata sungai sebagai ruang publik sekaligus wilayah fungsional yang mendukung aktivitas masyarakat.

Ket. Foto: — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Gubernur Pramono menyampaikan bahwa program normalisasi Ciliwung selama ini menunjukkan perkembangan signifikan. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan lanjutan akan digarap kembali mulai tahun depan untuk menyelesaikan titik-titik yang belum tertangani.

"Pemerintah DKI Jakarta menyambut baik acara ini dan kami bersama-sama dengan Kementerian PU telah melakukan normalisasi Sungai Ciliwung. Dan dalam kesempatan ini, Bapak Menteri PU, kami laporkan, tahun depan kami akan melanjutkan pekerjaan normalisasi Ciliwung yang belum terselesaikan," jelas Gubernur Pramono.

Ia menegaskan bahwa Kali Krukut juga menjadi prioritas normalisasi karena berkontribusi besar terhadap banjir dan kemacetan di beberapa wilayah Jakarta. Kedua sungai itu dianggap sebagai sumber persoalan yang harus ditangani secara simultan dan terukur.

"Ke depan, kami akan melanjutkan normalisasi 12 sungai lainnya secara bertahap. Kesadaran kolektif masyarakat menjadi fondasi kuat bagi kelestarian kota yang berketahanan," ungkapnya.

Pramono juga menyoroti pentingnya perbaikan sungai dalam meningkatkan posisi Jakarta sebagai kota global. Ia menyebut bahwa kondisi sungai termasuk dalam indikator penilaian dunia dan menjadi penentu reputasi Jakarta di tingkat internasional.

"Kondisi sungai sekarang menjadi indikator penilaian dunia. Karena itu, langkah yang kami lakukan penataan dan pengelolaan sungai di Jakarta, termasuk normalisasi, sangat berpengaruh terhadap peningkatan peringkat Indeks Kota Global," jelasnya.

20251121155409_siaranpers_pemprov_dki-20251121095614_fobyo6_559.jpg

Naiknya peringkat Jakarta dari posisi 74 ke 71 dianggap sebagai bukti bahwa transformasi kota sudah berjalan pada jalur yang tepat. Pemprov DKI memastikan langkah-langkah penataan akan terus dipercepat.

Rencana besar Pemprov DKI untuk mengoptimalkan Sungai Ciliwung semakin nyata dengan agenda pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas. Proyek ini akan dimulai pada awal Januari 2026 dan secara langsung memanfaatkan aliran Ciliwung sebagai ruang publik baru.

"Awal Januari, kami akan memulai melakukan pembangunan untuk TOD di Dukuh Atas sekaligus Sungai Ciliwung yang di bawahnya akan kami optimalkan, kita manfaatkan," terangnya.

Pemanfaatan Ciliwung sebagai ruang publik diharapkan menciptakan pusat kegiatan baru bagi warga Jakarta. Kawasan tersebut akan dirancang sebagai ruang interaksi, olahraga, hingga rekreasi yang bisa dinikmati sepanjang hari.

Festival Ciliwung dan Parade Perahu Cinta Lingkungan disebut sebagai contoh hasil dari program normalisasi yang telah berjalan. Kegiatan tersebut hadir sebagai sarana edukasi yang mengajak masyarakat memahami peran penting sungai dalam kehidupan urban.

Sementara itu, Menteri PU RI Dodi Hanggodo menyebut gerakan bersih sungai ini sebagai pembuka rangkaian peringatan Hari Bakti PU ke-80. Tema besar tahun ini mengangkat komitmen pembangunan infrastruktur berkeadilan yang mendukung kesejahteraan warga.

Menteri Dodi menegaskan bahwa tata kelola air merupakan pondasi pembangunan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Sumber Daya Air. Ia menilai kegiatan seperti bersih sungai menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa sungai adalah ruang hidup sekaligus pusat pembelajaran lingkungan.

"Kami berharap kegiatan hari ini menjadi pengingat bahwa sungai adalah ruang hidup masyarakat dan pusat pendidikan lingkungan bagi generasi mendatang," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemprov DKI dalam melakukan normalisasi sebagai bagian dari upaya pengendalian risiko banjir dan sedimentasi. Dukungan kementerian disebut akan terus diberikan untuk memastikan seluruh program berjalan maksimal.

"Apa yang dikerjakan oleh Bapak Gubernur sungguh amat sangat saya apresiasi. Dan, jika Bapak butuh support dari kami, insyaallah, kami akan support sepenuhnya," tegas Menteri Dodi.

Sinergi Pemprov DKI dan Kementerian PU dinilai menjadi kunci keberhasilan penataan sungai dan pengendalian banjir di Jakarta. Kedua lembaga memastikan akan bekerja bersama dalam mempercepat revitalisasi sungai yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga.

Dengan berbagai rencana besar yang telah disiapkan, Jakarta bergerak menuju kota yang lebih resilien, modern, dan berstandar global. Program ini juga menjadi dorongan agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga sungai sebagai bagian dari masa depan kota.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.