- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jepang Kekeh Jaga Hubungan...
Jepang Kekeh Jaga Hubungan Baik dengan Tiongkok di Tengah Panasnya Isu Taiwan
Jumat, 21 Nov 2025, 18:30 WIBJAKARTA - Ketegangan hubungan Jepang dan Tiongkok kembali meningkat setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi terkait situasi keamanan di Taiwan memicu reaksi keras dari Beijing. Meski demikian, Takaichi menegaskan bahwa komitmen Jepang untuk menjaga hubungan saling menguntungkan dengan Tiongkok tetap tidak berubah di tengah dinamika kawasan yang semakin sensitif. Dua negara besar Asia ini terus berada dalam sorotan global karena perbedaan pandangan mereka terhadap status Taiwan dan implikasinya terhadap keamanan regional.
Pernyataan Takaichi disampaikan pada Jumat (21/11) setelah laporan Kyodo News memuat pandangannya mengenai arah diplomasi Jepang terhadap Beijing. Ia menekankan bahwa Jepang tetap memegang prinsip kerja sama strategis meskipun komunikasi kedua negara kerap diwarnai ketegangan. Takaichi baru sebulan menjabat sebagai perdana menteri dan pernyataannya membuka kembali diskusi mengenai posisi Jepang dalam konflik geopolitik di kawasan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, menanggapi langsung Takaichi dan meminta Jepang untuk menghormati komitmen bilateral yang telah disepakati. Mao menilai Jepang harus mengoreksi pernyataan dan tindakan yang salah serta mematuhi semangat empat dokumen politik antara kedua negara. Tiongkok menilai komentar Takaichi mengenai Taiwan sebagai langkah yang dapat mengganggu stabilitas regional dan merusak kepercayaan.
Penyulut ketegangan bermula ketika Takaichi mengaitkan kemungkinan serangan Tiongkok terhadap Taiwan sebagai ancaman serius terhadap keberlangsungan hidup Jepang. Ia merujuk pada undang-undang keamanan nasional Jepang yang memungkinkan penggunaan hak bela diri kolektif dalam kondisi ekstrem. Pernyataan itu dianggap Beijing sebagai provokasi dan bentuk keberpihakan Jepang pada Taiwan yang diklaim Tiongkok sebagai wilayahnya.
"Ketika saya pertama kali bertemu Presiden Xi Jinping di Korea Selatan awal bulan ini, kami sepakat untuk memajukan hubungan strategis yang saling menguntungkan. Komitmen itu tidak berubah," ujar Takaichi dalam kesempatan terbaru. Ia menegaskan bahwa pemerintah Jepang akan menilai situasi berdasarkan informasi konkret dan kondisi nyata yang berkembang di lapangan. Takaichi menekankan konsistensi Jepang dalam memandang ancaman terhadap stabilitas nasionalnya.
China sebelumnya mengeluarkan kecaman keras usai pernyataan awal Takaichi yang dianggap terlalu jauh. Beijing menyatakan bahwa Jepang seharusnya tidak ikut campur dalam isu yang disebut sebagai urusan domestik Tiongkok. Pernyataan Takaichi tersebut muncul hanya beberapa hari setelah ia bertemu dengan Xi Jinping di Gyeongju, Korea Selatan, pada forum kerja sama ekonomi tingkat Asia Pasifik.
Xi Jinping dalam pertemuan itu meminta Jepang untuk menaati ketentuan dalam isu-isu utama agar hubungan bilateral tidak mengalami keretakan serius. Tiongkok menegaskan bahwa fondasi hubungan kedua negara bisa melemah jika Jepang terus mengeluarkan pernyataan yang dianggap mengancam kepentingan Beijing. Hubungan Jepang-Tiongkok memang telah diuji berulang kali akibat perselisihan geopolitik dan isu sejarah.
Dampak dari pernyataan Takaichi langsung terasa di sektor pariwisata Jepang. Puluhan ribu wisatawan Tiongkok dikabarkan membatalkan perjalanan ke Jepang setelah Beijing mengkritik keras sikap Tokyo. Pemerintah Jepang menyebut pembatalan perjalanan itu sebagai salah satu imbas diplomatik yang harus dihadapi oleh Jepang dalam beberapa hari terakhir. Beijing juga menerapkan pembatasan tambahan terhadap sejumlah sektor yang berkaitan dengan Jepang.
Pemerintah Jepang mengonfirmasi bahwa Tiongkok menerapkan larangan impor makanan laut sebagai bentuk respon terhadap sikap Tokyo. Langkah tersebut memperburuk hubungan ekonomi kedua negara yang sebelumnya juga sempat terdampak oleh isu pelepasan air olahan Fukushima ke laut. Jepang menyebut bahwa kebijakan tersebut tidak berdasar dan hanya memperkeruh hubungan dagang kedua negara.
Selain itu, Beijing juga menunda pertemuan trilateral para menteri kebudayaan Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan yang seharusnya digelar bulan ini. Pemerintah Jepang menyayangkan keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah yang tidak mendukung dialog kawasan. Penundaan itu menandai memburuknya situasi diplomatik setelah komentar Takaichi mengenai Taiwan.
Meski hubungan bilateral sedang berada dalam tensi tinggi, Takaichi menegaskan bahwa Jepang akan terus mengedepankan diplomasi dan komunikasi terbuka. Ia menyatakan bahwa stabilitas kawasan Indo-Pasifik hanya dapat dijaga jika seluruh pihak menghormati hukum internasional dan mengedepankan dialog. Pemerintah Jepang menyebut pernyataan mengenai Taiwan semata-mata berkaitan dengan keamanan nasionalnya dan bukan untuk memprovokasi Beijing.
Tiongkok, di sisi lain, tetap menegaskan bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayah kedaulatannya dan tidak akan menerima campur tangan negara lain. Beijing memandang pernyataan Jepang sebagai upaya memperkuat blok geopolitik yang dianggap mengancam kepentingan Tiongkok. Ketegangan ini diperkirakan akan terus berlanjut selama isu Taiwan tetap menjadi pusat konflik politik regional.
Dengan situasi yang semakin dinamis, hubungan Jepang dan Tiongkok kembali memasuki fase sensitif dalam percaturan geopolitik Asia. Kedua negara menghadapi tekanan untuk menstabilkan hubungan sambil tetap mempertahankan kepentingan nasional masing-masing. Dunia internasional terus memantau perkembangan ini karena potensi dampaknya terhadap stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
- PM Jepang
- Geopolitik Tiongkok dan Taiwan
- Jepang
- PM Jepang Sanae Takaichi
- Konflik Tiongkok-Taiwan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Jepang Gelontorkan US$3 Miliar dari Dana Cadangan untuk Subsidi Tagihan Energi
-
Alarm Ekonomi Jepang! Hampir Separuh Perusahaan Belum Siap Hadapi Krisis Rantai Pasok
-
Bau Gas Misterius Gemparkan Pusat Perbelanjaan Mewah di Tokyo, 25 Orang Jatuh Sakit
-
Bocah Perempuan 11 Tahun yang Tenggelam di Kertapati Ditemukan SAR Palembang, Kondisi Meninggal Dunia
-
KemenPPPA Dorong Akses Keuangan Inklusif bagi Kaum Perempuan
-
Menaker RI Saksikan Penandatanganan PKB XVI Bridgestone Indonesia, Apresiasi Hubungan Industrial Harmonis dan Transformatif.
-
BMKG: Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Timor Tengah Utara NTT
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.