- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump akan Akhiri Perang S...
Trump akan Akhiri Perang Sudan atas Permintaan Pangeran Saudi
Kamis, 20 Nov 2025, 08:45 WIBWASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan akan "berupaya" mengakhiri perang di Sudan, setelah mengunjungi Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman yang memintanya untuk membantu menyelesaikan konflik yang menghancurkan tersebut.
Trump hingga saat ini hampir tidak berkomentar tentang konflik antara tentara Sudan dan pasukan paramiliter RSF, yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan membuat hampir 12 juta orang mengungsi sejak pecah pada April 2023.
"Yang Mulia ingin saya melakukan sesuatu yang sangat berpengaruh terkait Sudan," kata Trump pada hari Rabu (19/11) dalam sebuah forum bisnis Saudi-AS yang dihadiri oleh Pangeran Mohammed.
"Saya tidak pernah terpikir untuk terlibat dalam hal itu, saya pikir itu hanya sesuatu yang gila dan di luar kendali," tambahnya.
"Tetapi saya melihat betapa pentingnya hal itu bagi Anda, dan bagi banyak teman Anda di ruangan ini, Sudan. Dan kami akan mulai bekerja untuk Sudan."
Meskipun konflik ini berada di luar radar Trump, Washington telah meningkatkan upaya dalam beberapa bulan terakhir untuk menyelesaikan gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai.
Arab Saudi mendukung pemerintah Sudan yang bersekutu dengan militer. Militer menuduh Uni Emirat Arab mendukung RSF dengan senjata dan tentara bayaran, yang dibantah UEA.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menelepon menteri luar negeri UEA pada hari Jumat untuk mendesak Abu Dhabi mendukung gencatan senjata di Sudan.
RSF baru-baru ini merebut kota penting Al-Fasher setelah pengepungan tanpa henti, yang mendorong Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada hari Jumat untuk memerintahkan penyelidikan atas dugaan kekejaman.
Sementara itu, utusan Trump untuk Afrika, Massad Boulos, pada hari Sabtu mengatakan kepada AFP bahwa perang di Sudan adalah "krisis kemanusiaan terbesar di dunia."
Trump berulang kali mengklaim telah menyelesaikan delapan konflik sejak kembali menjabat pada bulan Januari, tetapi justru berfokus pada perang di Gaza dan Ukraina dalam upayanya meraih Hadiah Nobel Perdamaian.
Janjinya untuk mulai menangani konflik Sudan mencerminkan hubungan dekatnya dengan pemimpin de facto Saudi tersebut, yang ia undang ke Gedung Putih dalam kunjungan mewah pada hari Selasa.
"Saya tidak menyangka itu akan semudah itu dilakukan. Tapi kami akan mulai bekerja," tambah Trump di forum bisnis tersebut, di mana sang pangeran juga memberikan sambutan singkat.
Kedekatan Trump dengan kerajaan Saudi juga ditegaskan oleh komentarnya di Ruang Oval pada hari Selasa, di mana ia membela sang pangeran atas pembunuhan jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi pada tahun 2018, dengan mengatakan bahwa sang pangeran "tidak tahu apa-apa".
- Krisis Kemanusiaan Sudan
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Pramono: Tarif Air Bersih di Jakarta Lebih Murah
-
Jalan Putus di Lembah Anai, Guru SMP Negeri 1 Malalak Tidur di Sekolah Agar Tetap Mengajar
-
Demi Kemanusiaan, Universitas Brawijaya Berangkatkan Dua Dokter ke Jalur Gaza
-
Coway Indonesia Dukung Industri Penjualan Langsung Sehat lewat APLI Awards 2025
-
Pentingnya Edukasi Dini untuk Mencegah Penyalahgunaan Narkoba
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.