Sentimen Global Dominan, 20 November 2025
Kamis, 20 Nov 2025, 08:45 WIBJAKARTA â Rupiah berpotensi melemah hari ini (20/11), seiring dominasi sentimen eksternal yang menekan mata uang negara berkembang. Investor terus memantau perÂkembangan ekonomi dan moneter di Amerika Serikat (AS).Â
Ekonom, David Sumual melihat kecenderungan pasar global bergerak risk off atau menghindari asset berisiko, termasuk rupiah, setelah data klaim pengangguran awal AS menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja.
Departemen Ketenagakerjaan AS mencatat klaim tunÂjangan pengangguran mencapai 1,9 juta pada pekan yang berakhir 18 Oktober. Selanjutnya, investor menunggu data ketenagakerjaan AS.
Selain itu, lanjut David, pelaku pasar terus mencermati petunjuk baru baru dari bank sentral AS (The Fed) mesÂkipun ekspektasi terkait penurunan suku bunga acuan mengendur. Karenanya, dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang anÂtarbank, Kamis (20/11), bergerak di kisaran 16.650 â 16.750 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Rabu (19/11) sore, menguat seÂbesar 43 poin atau 0,26 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.708 rupiah per dollar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan peÂnguatan nilai tukar rupiah dipengaruhi keputusan Bank InÂdonesia (BI) menahan suku bunga. âPenguatan rupiah lebih dipengaruhi oleh keputusan BI untuk tidak menaikkan buÂnga, sehingga mendorong permintaan obligasi negara tenor pendek oleh asing,â ucapnya di Jakarta.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Dinas Perpustakaan Mimika Targetkan Tempati Gedung Baru pada 2027
-
Periode Pascalebaran, PELNI Berikan Diskon Tarif 20% untuk Muatan Kontainer
-
Rutin Bersih-bersih Lingkungan untuk Mendukung Gerakan Indonesia ASRI
-
Pelemahan Rupiah Uji Ketahanan Likuiditas Perbankan Syariah
-
Mensos Tegaskan Rencana Penerapan WFA Tidak Ganggu Pelayanan Sosial
-
DLH Mimika Alokasikan Rp18 Miliar untuk Gaji Petugas Kebersihan, Total 182 Orang
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.