Arnaldi Melaju ke Semifinal Prancis Open, Berrettini Mundur karena Cedera Pinggul

Kamis, 04 Jun 2026, 07:03 WIB

PARIS, PRANCIS – Matteo Arnaldi memastikan tempat di semifinal Prancis Open 2026 setelah lawannya sesama petenis Italia, Matteo Berrettini, terpaksa mengundurkan diri akibat cedera pinggul saat pertandingan perempat final di Court Philippe Chatrier, Kamis (4/6) dini hari WIB.

Arnaldi yang berusia 25 tahun kini akan menghadapi unggulan ke-10 asal Italia, Flavio Cobolli, dalam laga semifinal yang menjamin hadirnya wakil Italia di partai puncak Roland Garros tahun ini.

Ket. Foto: Matteo Arnaldi. — Sumber: AFP

Perjalanan Berrettini harus berakhir dengan cara yang menyakitkan. Mantan finalis Wimbledon yang dalam beberapa musim terakhir kerap dibekap cedera itu memutuskan berhenti bertanding pada set kedua ketika tertinggal 5-7, 2-5.

“Tidak ada seorang pun yang ingin melihat turnamen berakhir seperti ini bagi seorang pemain,” ujar Arnaldi usai pertandingan.

“Saya turut prihatin untuknya dan berharap dia bisa segera pulih. Musim lapangan rumput akan segera dimulai dan saya yakin dia akan kembali menjadi lawan yang sangat berbahaya.”

Keberhasilan menembus semifinal menjadi pencapaian luar biasa bagi Arnaldi. Petenis peringkat 104 dunia itu bahkan mencatat waktu bermain terbanyak di antara seluruh semifinalis Grand Slam kali ini.

Sebelum mencapai delapan besar, Arnaldi harus melewati dua laga berturut-turut yang berlangsung lima set pada putaran ketiga dan keempat. Total waktu yang dihabiskannya di lapangan mencapai lebih dari 10 jam.

“Luar biasa. Saya sendiri masih sulit mempercayainya jika mengingat posisi saya sebulan lalu, ketika peringkat saya hampir berada di luar 150 besar dunia,” kata Arnaldi.

“Saya memang lelah, itu pasti. Tetapi saya berlatih dan bermain tenis untuk tampil di turnamen-turnamen seperti ini, memainkan pertandingan-pertandingan besar seperti ini. Hari ini saya sedikit lebih lelah dari biasanya, tetapi saya masih berada di sini.”

Di sisi lain, Berrettini yang kini menempati peringkat 105 dunia sebenarnya tampil impresif sepanjang turnamen. Roland Garros tahun ini merupakan penampilan pertamanya di Paris sejak 2021 dan ia berhasil menunjukkan performa yang mengingatkan publik pada masa-masa terbaiknya.

Namun rangkaian pertandingan berat akhirnya menguras kondisi fisiknya. Salah satu yang paling menguras tenaga adalah duel putaran ketiga melawan Francisco Comesana yang menjadi pertandingan terpanjang dalam karier Berrettini.

“Saya harus mengambil keputusan yang tepat meskipun sangat menyakitkan,” ujar Berrettini.

“Ini panggung besar dan saya adalah orang terakhir yang ingin mengundurkan diri. Saya benar-benar lelah dengan situasi seperti ini. Saya tidak ingin melakukannya, tetapi terkadang Anda memang harus mengambil keputusan tersebut.”

Berrettini sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik. Ia langsung unggul 3-0 setelah mematahkan servis Arnaldi dua kali. Namun Arnaldi perlahan menemukan ritmenya dan berhasil membalikkan keadaan untuk merebut set pertama setelah pertarungan sengit selama 82 menit.

Momentum kemudian sepenuhnya berpihak kepada Arnaldi pada set kedua. Meski sempat kehilangan satu break, ia kembali mengambil kendali permainan. Pada saat yang sama, kondisi fisik Berrettini mulai terlihat menurun.

Petenis berusia 30 tahun itu tampak beberapa kali meringis kesakitan dan meminta perawatan medis. Cedera di pinggul kiri semakin mengganggu pergerakannya hingga ia kesulitan mengejar pukulan-pukulan lawan.

Setelah kembali kehilangan servis dan tertinggal 2-4, Berrettini terlihat memegangi pinggul kirinya. Tim pelatih yang berada di tribun akhirnya memberi isyarat agar ia menghentikan pertandingan demi menghindari risiko cedera yang lebih parah.

Dengan berat hati, Berrettini menghampiri net pada pergantian gim berikutnya untuk berjabat tangan dengan Arnaldi, sekaligus mengakhiri perjuangannya di Roland Garros tahun ini.

Hasil tersebut membawa Arnaldi ke semifinal turnamen Grand Slam untuk pertama kalinya dalam kariernya. Ia akan menghadapi Cobolli dalam duel sesama Italia yang semakin menarik setelah tersingkirnya unggulan utama Italia, Jannik Sinner, secara mengejutkan pada putaran kedua pekan lalu. Kekalahan Sinner membuat persaingan di sektor putra terbuka lebar dan memberi peluang bagi generasi baru tenis Italia untuk mencetak sejarah di Paris.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.