Pertamina Temukan Cadangan Migas 724 Juta Barel di WK Rokan Riau

Kamis, 20 Nov 2025, 08:33 WIB

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) telah menemukan potensi cadangan migas non-konvensional sebesar 724 juta barel setara minyak (BOE) di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau.

Wakil Direktur Utama (Deputi Direktur Utama) PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengatakan penemuan ini merupakan salah satu pencapaian utama perusahaan di tahun 2025 dan akan memperkuat kapasitas produksi nasional.

Ket. Foto: Wakil Presdir PT Pertamina (Persero) Oki Muraza dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (19/11). — Sumber: ANTARA

"Kami telah menemukan penemuan terbesar dalam 10 tahun terakhir. Kami menemukan migas non-konvensional di WK Rokan dengan potensi mencapai 724 juta barel," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Rabu (19/11).

Ia memperkirakan masih ada potensi penemuan cadangan migas tambahan. Menurutnya, penemuan di WK Rokan hanya berasal dari satu struktur geologi, dan potensinya bisa lebih besar lagi.

"Ini hanya dari satu struktur, dan tentu saja, potensi non-konvensional Indonesia jauh lebih besar. Ini merupakan salah satu penemuan konvensional dan non-konvensional terbesar di dalam Grup Pertamina," ujarnya.

Di sektor energi hijau, Pertamina telah mulai memproduksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF), yang saat ini mencapai 9.000 barel per hari.

Perusahaan juga sedang dalam proses konversi tiga kilangnya untuk memungkinkan co-processing menggunakan minyak goreng bekas sebagai bahan baku guna mendukung produksi bahan bakar penerbangan rendah emisi.

Terkait infrastruktur gas, Pertamina telah melakukan revitalisasi Tangki Arun, yang diperkirakan akan selesai pada Desember 2025.

"Untuk fasilitas logistik, empat tangki penyimpanan bahan bakar masing-masing berkapasitas 29.000 m³ akan meningkatkan kapasitas inventaris Pertamina di Kilang Balongan, yang mencakup wilayah Jawa bagian barat," ujarnya.

Selain itu, Pertamina sedang mengembangkan pilot plant hidrogen di Ulubelu, Tanggamus, Lampung, yang akan memproduksi 100 kilogram hidrogen per hari. Menurutnya, nantinya akan terintegrasi dengan fasilitas produksi di Cikampek dan Jawa Barat.

Di sektor panas bumi, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai di Sumatera Selatan telah menghasilkan 800 GWh per tahun.

"Untuk energi hijau berupa bensin campuran etanol, kami telah meluncurkan Pertamax 95 di 168 gerai untuk menyediakan pilihan bahan bakar rendah emisi," ujarnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.