Cuaca Ekstrem Melanda, Wisatawan Diimbau Rajin Cek Prakiraan Cuaca dari BMKG
Kamis, 20 Nov 2025, 18:48 WIBJAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengimbau wisatawan untuk rutin memeriksa perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) karena adanya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Tanah Air.
"Cuaca sedang ekstrem seperti ini, memang kita minta (pemerintah) daerah dan wisatawan juga, untuk senantiasa melihat informasi yang disampaikan BMKG," kata Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis Fadjar Hutomo di Jakarta, Kamis (20/11).
Menanggapi adanya kehadiran cuaca ekstrem menjelang libur natal dan tahun baru ini, Fadjar menyampaikan bahwa BMKG memiliki informasi-informasi yang berkaitan dengan sejumlah destinasi wisata. Informasi ini dapat membantu wisatawan untuk menyesuaikan dan mempersiapkan kebutuhan selama di perjalanan.
Wisatawan turut diminta untuk menghindari destinasi wisata yang dekat dengan aliran sungai guna meminimalisir risiko.
"Hindari daerah aliran sungai, karena kadang memang di tempat kita tidak hujan, tapi di hulunya hujan, itu yang sering terjadi.
Kementerian Pariwisata, katanya, kini melalui Kedeputian Destinasi dan Pengembangan Infrastruktur sedang menyusun sebuah surat edaran terkait dengan libur natal dan tahun baru yang mencakup situasi cuaca ekstrem.
Surat edaran dikeluarkan untuk menyiapkan mitigasi risiko dari dampak buruk cuaca yang berbeda-beda di tiap daerah.
"Di situ ada risk assessment apa yang harus dilakukan karena tiap daerah kan risikonya beda-beda, daerah yang pantai beda sama yang pegunungan dan seterusnya," ucap Fadjar.
Sebelumnya, BMKG menyatakan Indonesia mulai memasuki periode puncak musim hujan yang berlangsung sejak November 2025 - Februari 2026, dengan potensi peningkatan curah hujan tinggi dan bencana hidrometeorologi banjir-tanah longsor.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa fase ini menandai periode siaga terhadap potensi banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.
Disebutkan bahwa suhu muka laut yang lebih hangat dari rata-rata dan aktifnya monsun Asia menjadi pemicu utama peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
BMKG turut mengingatkan adanya potensi terulang terjadi badai Seroja yang pernah melanda Nusa Tenggara Timur pada April 2021, selama periode puncak musim hujan November 2025 hingga triwulan pertama 2026.
- Wisatawan
- Cuaca Ekstrem
- Prakiraan Cuaca
- Kemenpar
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Banten pada 3-8 Mei, BMKG Minta Warga Waspada
-
Umat Hindu Berharap Presiden Prabowo Hadiri Perayaan Dharma Santi Nasional di Bali
-
Cuaca Ekstrem hingga 24 Mei, BPBD DKI Minta Warga Waspada Banjir
-
Angkasa Pura Indonesia dan AirNav Pastikan Operasional Bandara Soetta Tetap Terkendali Saat Cuaca Buruk
-
Masuki Pancaroba, BMKG Minta Warga Bandung Raya Waspadai Cuaca Ekstrem
-
Kasad Pastikan Negara Akan Penuhi Seluruh Hak Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
-
Buntut Kasus Amsal Sitepu, Kejagung Periksa Jajaran Kejari Karo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.