Kini Jurusan Kuliner Menjadi Favorit Para Pelajar SMK
Rabu, 19 Nov 2025, 00:07 WIBSELAMA ini kalau mendengar kata âkulinerâ mungkin kebanyakan langsung konek ke makanan seperti seblak, pecel, bakso, pempek, es cendol, tengkleng, atau tahu gejrot, dan itu benar adanya. Namun, sangat mungkin, jarang kalau mendengar kuliner, orang langsung konek dengan jurusan program studi. Padahal kini Jurusan Kuliner sangat popular dan menjadi favorit pelajar kejuruan seperti terjadi di SMK PGRI 2 Kudus, Jateng.
Perjalanan sekolah ini memang cukup panjang. Dibangun sebagai SPG PGRI2 lalu harus menjadi SMEA PGRI 2 Kudus dan terakhir menjadi SMK PGRI 2 Kudus,mulai tahun 1997. Prestasinya sudah luar biasa. Contoh, pelajarnya, Rani Fatika Sari, pernah meraih juara I lomba LKS 2025: Patisserie and Conectionary.
Kini SMK ini memiliki Jurusan Program Keahlian Kuliner, Program Keahlian Pemasaran, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, Program Keahlian Usaha Layanan, Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga, serta Program Keahlian Usaha Layanan Pariwisata.
Hebatnya sekolah ini pelajarnya berusaha keras bisa magang di hotel bintang lima. âKami rata-rata memang harus bisa magang di hotel bintang lima,â tandas pelajar SMK PGRI2 Kudus yang biasa dipanggil Wina, saat dikunjungi puluhan wartawan dari berbagi media dari Jakarta, Surabaya, Semarang, dan beberapa tempat lagi, Selasa (18/11) malam di sekolah tersebut.

Wina, murid kelas 12
Wina sendiri berusaha mendapatkan beasiswa agar bisa belajar di luar negeri, atau bisa juga masuk UNY atau UNS. Anak asal Pati, Jateng ini, sekarang sudah kelas 12 dan telah menguasai sejumlah jenis masakan. âTapi saya lebih minat ke baking,â tutur Wina.
Mereka yang tidak mengerti mungkin tak begitu menganggap Jurusan Kuliner. Namun, para pelajar tidak demikian. Bahkan kini Kuliner menjadi jurusan favorit. âSekarang jurusan Kuliner bisa mencapai 300 siswa,â jelas salah satu guru Jurusan Kuliner, Luluk. Ini sekitar 40 persen dari total murid yang mencapai 800-900.
Menurut lulusan Unes ini, jurusan kuliner ini memiliki banyak program seperti baking atau HK (Hot Kitchen). Untuk HK, adalah makanan berat, contohnya, ayam taliwang atau pecel. Belum lagi ada klasifikasi makanan Nusantara atau Western Food dan ada Fusion Food juga. Menurutnya, pada awal ya berjuang untuk membesarkan jurusan kuliner, 2014. Luluk sendiri baru bergabung 2020 saat Covid-19.

Luluk, kanan, mengawasi praktik siswa
Kepala Jurusan Kuliner, Intan M, menjelaskan bahwa jurusan kuliner makin maju saat mulai dibantu Djarum Foundation sejak 2014. Saat itu baru ada kantin, namun setelah 2019 di mana bantuan makin nyata, kantin telah menjadi sebuah kafe yang sangat bagus, untuk daerah Kudus, bernama Jiva Bestari.

Para tamu Kafe Jiva Bestari yang cukup mewah dari semula sebuah kantin
âBantuan yang diberikan pelatihan dan beralatan,â tambah Luluk. Pelatihan meliputi soft skills yang dibutuhkan industri, serta penyediaan fasilitas berstandar industri. Dengan demikian, anak-anak diharapkan dapat mengikuti perkembangan dunia kuliner yang industrial.
- Ekosistem Kuliner
- SMK PGRI 2 Kudus
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.