- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jepang Dilanda Kebakaran H...
Jepang Dilanda Kebakaran Hebat! Kota Oita Dilalap Si Jago Merah: Ratusan Bangunan Hangus, 175 Warga Mengungsi
Rabu, 19 Nov 2025, 20:55 WIBTOKYO â Kebakaran hebat yang melanda Kota Oita di Pulau Kyushu mencerminkan kerentanan kawasan padat permukiman terhadap bencana yang diperparah oleh kondisi cuaca ekstrem.
Dengan sekitar 170 bangunan hangus dan 175 warga terpaksa mengungsi, insiden ini menyoroti pentingnya sistem mitigasi yang lebih adaptif, khususnya di area dengan struktur bangunan lama dan jarak antarrumah yang rapat.
Angin kencang yang mempercepat penyebaran api menunjukkan bagaimana perubahan pola cuacaâyang semakin tidak menentu akibat perubahan iklimâdapat memperburuk risiko kebakaran perkotaan.
Hingga Rabu (19/11) pagi, api masih belum sepenuhnya padam dan bahkan menjalar ke hutan pegunungan yang berada di dekatnya, menurut laporan itu.
Sedikitnya 170 bangunan, termasuk tempat tinggal, hangus terbakar, dan sekitar 350 rumah mengalami pemadaman listrik.
Sementara itu, 115 keluarga, atau 175 orang, telah dievakuasi dan seorang pria dilaporkan hilang.
Kebakaran yang terjadi di Kota Oita, Jepang, menyoroti kembali pentingnya kesiapsiagaan tata ruang dan sistem respons bencana di kawasan perkotaan padat penduduk.
Insiden ini menunjukkan bahwa meskipun Jepang dikenal memiliki standar keselamatan yang tinggi, kerentanan tetap muncul ketika bangunan berada dalam jarak berdekatan, ditambah kondisi cuaca kering yang mempercepat penyebaran api.
Respons cepat otoritas setempat berhasil mencegah meluasnya dampak, namun kejadian tersebut menegaskan perlunya evaluasi ulang terhadap infrastruktur pemadam kebakaran, jalur evakuasi, serta edukasi publik.
Tanpa penguatan sistem mitigasi, risiko kebakaran di lingkungan urban akan terus berulang, terutama di kota-kota dengan struktur bangunan tua dan ruang terbatas seperti Oita.
Kota Oita di Jepang merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Kyushu yang dikenal dengan industri manufaktur, energi panas bumi, serta pariwisata berbasis onsen.
Secara demografis, Oita menghadapi tantangan klasik kota-kota di Jepang: populasi menua, penurunan tenaga kerja, dan kebutuhan inovasi layanan publik.
Meskipun memiliki infrastruktur modern, Oita juga menyimpan area pemukiman lama yang rentan terhadap bencanaâmulai dari kebakaran hingga gempa bumiâsehingga menuntut pembaruan tata ruang dan mitigasi risiko yang lebih adaptif.
Dari sisi ekonomi, ketergantungan pada sektor industri dan pariwisata membuat Oita perlu memperkuat diversifikasi, terutama menghadapi dinamika global dan perubahan preferensi wisatawan.
Kota ini juga berada pada fase transisi menuju ekonomi rendah karbon, memanfaatkan potensi geothermal sebagai energi berkelanjutan.
Dengan memperbaiki keterhubungan transportasi, mendorong inovasi teknologi lokal, serta memperkuat ketahanan lingkungan, Oita berpeluang menjadi model kota regional yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi, kualitas hidup, dan keberlanjutan jangka panjang.
- kebakaran di jepang
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.