PT KAI: LRT Jabodebek Gelar Simulasi Kedaruratan di 17 Stasiun

Selasa, 18 Nov 2025, 01:15 WIB

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggelar simulasi keadaan darurat di 17 stasiun LRT Jabodebek. Kegiatan yang berlangsung sepanjang November 2025 itu bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas dan prosedur tanggap darurat.

Khususnya dalam memperkuat penguasaan prosedur, alur komunikasi, serta langkah teknis penanganan insiden stasiun. Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, mengatakan setiap skenario disesuaikan dengan karakteristik lokasi agar latihan menyerupai kondisi sesungguhnya.

Ket. Foto: — Sumber: LRT Jabodebek

"Ini sangat penting agar petugas mampu bekerja cepat, terarah, dan tetap tenang menghadapi situasi kritis," ujarnya, Senin (17/11).

Menurut dia, penguasaan prosedur menjadi landasan utama dalam menjaga keselamatan pengguna.

Skenario latihan mencakup kebakaran awal, evakuasi pengguna terjebak di lift, dan penanganan tumpahan limbah B3. Ketiga skenario dipilih karena menuntut respons cepat, koordinasi lintas fungsi, serta pengoperasian perangkat keselamatan tepat.

Materi latihan juga melibatkan pemeriksaan fasilitas pendukung keselamatan di setiap stasiun secara menyeluruh. Demikian disampaikan Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono.

Fasilitas pendukung keselamatan di stasiun menjadi bagian dari materi latihan, termasuk Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hydrant, sprinkler. Diikuti kotak P3K, fire alarm, emergency button, jalur evakuasi, interkom, telepon darurat, perangkat komunikasi HT. Tak lupa sistem pemantauan CCTV dan detektor asap maupun panas juga diikutsertakan.

“Simulasi seperti ini bukan hanya soal menguji respons petugas, tetapi juga memastikan bahwa seluruh perangkat pendukung keselamatan berada dalam kondisi optimal,” ujar Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono.

KAI menilai latihan berjenjang penting untuk menjaga keandalan operasional dan budaya keselamatan berkelanjutan. Simulasi khusus di Stasiun Harjamukti pada 28–29 November 2025 akan melibatkan sejumlah instansi mitra terkait.

Latihan bersama akan melibatkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Dinas Perhubungan, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran. Kegiatan pada 28–29 November 2025 bertujuan menguji mekanisme respons terpadu antarinstansi saat menghadapi keadaan darurat. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.