Inggris Siap Menuju Piala Dunia Usai Lalui Kualifikasi dengan Sempurna

Selasa, 18 Nov 2025, 09:19 WIB

TIRANA, ALBANIA — Tim nasional Inggris menutupkualifikasi Piala Dunia dengan catatan sempurna setelah menang 2-0 atas Albania, Senin (17/11). The Three Lions mengemas delapan kemenangan dari delapan laga tanpa kebobolan,menjadikan mereka tim Eropa pertama yang meraih seluruh poin dalam kualifikasi dengan durasi minimal enam pertandingan tanpa sekali pun memungut bola dari gawang.

Berikut tiga faktor kunci yang dinilai dapat membawa skuad Thomas Tuchel berjaya di putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko:

Ket. Foto: Ilustrasi pemain timnas Inggris. — Sumber: AFP

1. Kecerdikan Taktis Thomas Tuchel

Setelah awal masa jabatan yang lambat, Tuchel berhasil merevitalisasi permainan Inggris dalam 11 bulan terakhir. Pendekatannya yang taktis, fleksibel, dan berani membuat Inggris tampil lebih progresif dibanding era Gareth Southgate.

Southgate kerap dikritik karena strategi yang terlalu hati-hati serta lambat melakukan pergantian pemain pada momen krusial,faktor yang dianggap berkontribusi pada kegagalan di final Euro 2021 dan 2024, serta semifinal Piala Dunia 2018.

Tuchel justru dikenal tak gentar mengambil keputusan besar di pertandingan penting. Ia membawa Chelsea meraih Liga Champions 2021 serta meraih berbagai gelar domestik bersama Bayern Munich dan Paris Saint-Germain.

Pendekatan itu terlihat jelas pekan ini: saat menang 2-0 atas Serbia, Eberechi Eze dan Phil Foden yang masuk sebagai pemain pengganti berkolaborasi menciptakan gol kedua. Sementara melawan Albania, Bukayo Saka dan Marcus Rashford masuk dari bangku cadangan untuk memberi dua assist bagi Harry Kane.

Tuchel juga tegas dalam menangani Jude Bellingham. Berbeda dengan Southgate yang nyaris selalu mengakomodasi sang gelandang, Tuchel tidak segan mencadangkannya pada jeda internasional Oktober. Saat Bellingham menunjukkan gestur kecewa ketika diganti melawan Albania, Tuchel langsung menegaskan aturan: tidak ada pemain yang mendapat perlakuan khusus. Pendekatan “team-first” ini kini dinilai telah membentuk mental juara dalam skuad Inggris.

2. “Playbook NFL” untuk Bola Mati

Dalam musim yang ditandai meningkatnya kreativitas klub-klub Premier League dalam skema bola mati, Inggris melangkah lebih jauh. Kapten Harry Kane mengungkap bahwa Tuchel tengah membangun “playbook NFL”,serangkaian strategi bola mati yang disiapkan berdasarkan kelemahan lawan.

“Kita ingin punya buku permainan seperti NFL, melihat apakah lawan marking zona atau man-mark. Dari situ kita pilih apa yang paling efektif,” kata Kane. “Biasanya, tim terbaik dalam situasi bola mati akan menjadi tim terbaik di turnamen.”

Terbukti, gol pembuka Kane melawan Albania berasal dari skema sepak pojok yang dieksekusi Saka,sebuah peringatan dini bagi calon lawan Inggris di putaran final.

3. Kedalaman Skuad yang Luar Biasa

Generasi emas terbaru Inggris memberi Tuchel kemewahan yang tidak dimiliki banyak pelatih. Kedalaman skuad terlihat jelas di Tirana, ketika Tuchel merombak tujuh posisi dalam susunan pemain namun tetap mematahkan rekor delapan laga tak terkalahkan Albania.

Meski tanpa Cole Palmer, Trent Alexander-Arnold, Jack Grealish, dan Harry Maguire, pemain seperti Nico O’Reilly, Elliot Anderson, Jarrod Bowen, Eberechi Eze, Jarell Quansah, dan Adam Wharton tampil impresif dan memperkuat klaim mereka untuk masuk skuad Piala Dunia. Hanya satu sosok yang tak tergantikan: Harry Kane, yang kini mengoleksi 78 gol untuk Inggris.

Bagi Tuchel, melimpahnya pilihan bisa menghadirkan dilema menjelang penentuan skuad final. Namun kondisi ini juga menjadi peluang besar: Inggris memiliki kedalaman dan kualitas yang semakin matang untuk merebut trofi yang terakhir kali mereka raih pada tahun 1966.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.