Bentrokan Antarkampung Meledak di Makassar, Tujuh Rumah Panggung Diduga Dibakar dan Satu Orang Dikabarkan Meninggal

Selasa, 18 Nov 2025, 18:43 WIB

MAKASSAR - Bentrokan antarkelompok pemuda antara Kampung Sapiria dengan Borong Taipa (Borta) mengakibatkan tujuh rumah panggung hangus terbakar ketika tawuran pecah di area tempat pekuburan umum (TPU) Beroangin, Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan.

"Informasi sementara, rumah (panggung) itu ada tujuh petak di situ. Belum bisa kita pastikan detail selanjutnya. Diluncurkan empat regu dari Ratulangi dan satu regu dari carester Ujung Tanah, sekitar 15 armada," kata Kabid Operasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Cakrawala, Selasa (18/11).

Ket. Foto: Kebakaran rumah akibat tawuran antarkampung di Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan. — Sumber: antara foto

Terkait dengan penyebab kebakaran, kata dia, masih diselidiki, hanya saja dari informasi yang beredar itu dilakukan dengan sengaja saat terjadi bentrokan antardua kelompok ini. Selain itu, dugaannya ditemukan jerigen bahan bakat di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kemungkinan besar ini dilakukan dengan sengaja. Karena di lokasi juga ada temuan terkait dengan jerigen yang berisikan bahan bakar. Dan memang pada saat tawuran berlangsung banyak ledakan petasan juga. Tapi untuk penyebab kepastiannya masih diselidiki polisi," tuturnya.

Saat ditanyakan apakah ada korban jiwa, Cakrawala mengatakan dari informasi personel Damkarmat di lokasi kejadian tidak ada. Hanya saja, dugaannya memang sudah ada indikasi korban meninggal sebelum tawuran itu terjadi.

Kejadian tersebut siang tadi, tapi sebelumnya memang ada informasi terkait terjadi tawuran perang kelompok di situ. Sejak awal armada disiapkan di sekitar lokasi dan armada bergerak cepat masuk ke lokasi kebakaran, walaupun agak sulit ditembus karena masih tawuran.

Kapolsek Tallo Komisaris Polisi Syamsuardi membenarkan kebakaran tersebut dipicu perang kelompok. Meski dikabarkan ada seorang meninggal terkena senapan angin, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.

"Katanya ada (meninggal), tapi untuk itu kita masih melakukan pendalaman, masih penyelidikan apakah (kena) peluru itu atau bagaimana," ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana mengatakan telah membubarkan bentrokan antarkelompok kampung tersebut dengan menurunkan personel dari Polsek Tallo, Reskrim, Sabhara dan intel Satnarkoba untuk mengamankan situasi di TKP.

"Tadi sempat banyak sekali massa di sekitar sini, sehingga memerlukan pengamanan agar pemadam kebakaran bisa masuk agar bisa memadamkan api dengan maksimal, itu yang pertama," papar dia.

Hal kedua, penyebab kebakaran masih didalami dan pihak kepolisian belum dapat mengambil keputusan apa penyebabnya. Selain itu, personel telah diturunkan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Saat tawuran sempat dilerai sama anggota berseragam, dan anggota yang berpakaian sipil. Sementara untuk penyebab kebakaran masih kita dalami," tutur Devi.

Saat ditanyakan ada korban meninggal kena senapan angin diduga memicu bentrokan antarkelompok itu hingga berimbas pada pembakaran rumah, Devi mengemukakan, dalam proses penyelidikan.

"Itu masih kita lakukan penyelidikan juga penyebabnya. Kita masih mengumpulkan bukti, berkoordinasi rumah sakit juga kira-kira penyebabnya apa. Polisi selalu hadir mencegah, walaupun di dalam proses itu kita kadang mendapatkan perlawanan dari pihak yang melakukan tawuran," katanya lagi.

Mengenai dengan intensnya bentrokan antarkelompok di lokasi pekuburan itu, pihak kepolisian sudah berkali-kali mendamaikan namun tetap terjadi tawuran. Karena yang bisa menghentikan tawuran adalah dari keinginan masyarakat itu sendiri.

  • Makassar
  • bentrokan
  • Tujuh Rumah Panggung Terbakar

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.