Kemenpar Budayakan Pariwisata Jadi Berkelanjutan melalui Program GWB
Senin, 17 Nov 2025, 07:54 WIBJAKARTA â Kementerian Pariwisata berupaya memperkuat budaya kebersihan sebagai fondasi pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan lewat program Gerakan Wisata Bersih (GWB) di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.
âGerakan Wisata Bersih harus kita hidupkan sebagai budaya, bukan sekadar kegiatan. Sebuah budaya baru dalam pariwisata Indonesia, budaya yang menempatkan kebersihan sebagai identitas dan fondasi utama dalam membangun pariwisata inklusif dan kompetitif,â kata Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (17/11).
Dalam kegiatan GWB di Lapangan Landing Paralayang Tangga 2001, Pagar Alam, Sabtu (15/11), Bayu menekankan bahwa Gerakan Wisata Bersih bukan sekadar simbol, tetapi solusi konkret terhadap tantangan dalam pengelolaan destinasi.
Gerakan ini dirancang agar menjadi bagian dari sistem pengelolaan pariwisata yang hidup, konsisten, dan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat.
âMelalui kegiatan hari ini, kita berharap GWB dapat memantik semangat masyarakat Pagar Alam untuk menjaga lingkungan, memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku wisata, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap pariwisata bersih dan berkelanjutan,â ujarnya.
Ia menambahkan arah pembangunan pariwisata Indonesia saat ini berfokus pada kualitas, keberlanjutan, dan pelibatan wisatawan secara lebih bermakna dalam ekosistem pariwisata. Kebersihan, menurutnya, bukan hanya indikator layanan, tetapi cermin peradaban dan karakter bangsa.
âKita percaya bahwa pariwisata yang bersih adalah pariwisata yang bermartabat. Kebersihan adalah bagian dari jati diri bangsa. Mari bersama menjadikan kebersihan sebagai nilai luhur dalam pengembangan pariwisata Indonesia, khususnya di Bumi Besemah yang kita cintai ini,â kata Bayu.
GWB di Pagar Alam diisi dengan berbagai aksi, mulai dari bersih-bersih destinasi secara massal, edukasi dan kampanye sadar kebersihan, penyediaan fasilitas pendukung seperti tempat sampah ramah lingkungan, hingga penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas agar solusi yang diterapkan dapat berkelanjutan.
Sejumlah komunitas lari di Pagar Alam juga turut memeriahkan kegiatan melalui fun run.
Pemilihan Pagar Alam sebagai lokasi penyelenggaraan GWB didasarkan pada kekayaan lanskap alamnya yang memukau, udara sejuk dataran tinggi, serta budaya masyarakat yang khas.
Dikelilingi perkebunan teh dan kopi, Pagar Alam memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam dan ekowisata yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
Wakil Wali Kota Pagar Alam Bertha menyampaikan apresiasi atas dipilihnya kota tersebut sebagai lokasi percontohan GWB nasional.
âKegiatan ini sangat positif dalam meningkatkan promosi dan daya saing destinasi melalui praktik kebersihan dan kesehatan yang berkelanjutan. Ini juga menjaga keseimbangan aspek sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan,â kata Bertha.
Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong kemajuan ekonomi masyarakat secara lebih luas, meningkatkan nilai tambah pariwisata, serta memperkuat tata kelola destinasi wisata.
- Kemenpar
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Obituari - Nasirun, Maestro Perupa Indonesia yang Membumi
-
Terkendala Lahan, Kodim Banyumas Sebut 182 dari Target 331 Gerai Kopdes Merah Putih Telah Selesai Dibangun
-
Feskop Papua 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Kopi Unggulan Indonesia Timur
-
Menpar Nilai Konser Andrea Bocelli Bantu Promosi Pariwisata Indonesia
-
Gulkarmat Jakarta Pusat: Status Kebakaran Gedung Bapenda DKI dalam Tahap Pendinginan
-
Pemprov Banten Ajak Matahari Pagi Indonesia Jadi Mitra Strategis Kawal Aspirasi Masyarakat.
-
Pemkot Bandung Siapkan Armada Khusus Menyusul Dimulai “Groundbreaking” TPPAS Legok Nangka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.