Kemdiktisaintek Dorong Penguatan Vokasi untuk Cetak SDM Industri

Senin, 17 Nov 2025, 01:00 WIB

Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan akan mendukung penuh revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia.  

"Perguruan tinggi vokasi didorong untuk terlibat langsung di industri sekitarnya, meningkatkan kemungkinan penyerapan tenaga kerja dari lulusan kampus terkait," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Jakarta, Minggu (16/11).  

Ket. Foto: Peserta Pelatihan Vokasi mengukur arus listrik instalasi penerangan rumah saat pelatihan instalasi listrik di Balai Latihan Kerja Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Baru-baru ini. — Sumber: ANTARA/Putra M Akbar

Seperti dikutip dari Antara, Menteri Brian menegaskan bahwa peran politeknik dan perguruan tinggi vokasi harus semakin strategis sebagai pusat pembentukan kompetensi teknis berbasis kebutuhan industri.

Senada dengan Brian, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan bahwa perbaikan ekosistem vokasi tidak bisa ditunda, terutama dalam memastikan kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.  

"Kita memasuki jendela waktu yang tidak akan datang dua kali. Lima tahun ke depan menentukan apakah bonus demografi benar-benar membawa manfaat. Kuncinya ada pada seberapa cepat kita memperbaiki mismatch antara lulusan vokasi dan kebutuhan industri," ucap Pratikno.

Diketahui, Data nasional menunjukkan masih lebarnya kesenjangan antara suplai lulusan dan permintaan tenaga terampil.

Berdasarkan pemetaan peluang kerja global dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), masih terdapat hampir 300.000 lowongan di sektor prioritas seperti kesehatan, hospitality, manufaktur, hingga teknisi industri yang belum bisa terpenuhi karena keterampilan dan sertifikasi belum setara dengan standar internasional.

Pemerintah melihat bahwa periode 2025–2030 merupakan masa kritis bagi Indonesia untuk memaksimalkan bonus demografi.

Oleh karena itu, Kemdiktisaintek sebelumnya melakukan pertemuan dengan Australia, yang menghasilkan potensi pilot program mobilitas bagi mahasiswa tingkat akhir, yang mencakup penguatan bahasa asing, budaya kerja internasional, dan sertifikasi keahlian.

Badan Vokasi Nasional

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengusulkan pembentukan Badan Vokasi Nasional (BVN) sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan pasar kerja yang semakin kompetitif baik di dalam maupun luar negeri.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut memandang pembentukan BVN menjadi perlu sebab percepatan dan konsolidasi program vokasi menjadi kunci agar masyarakat Indonesia mampu bersaing di tengah dinamika pasar tenaga kerja global.

“Pasar kerja di dalam maupun luar negeri sangat potensial, tetapi pendidikan dan vokasi kita perlu dikonsolidasikan lebih cepat, sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, bisa segera meng-update (meningkatkan) kapasitasnya,” ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Selain itu, dia mengatakan pembentukan BVN diperlukan seiring perubahan kebutuhan keterampilan pekerja yang berlangsung sangat cepat, dan menuntut respons kebijakan yang lebih adaptif. YK/and

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.