Banyak Sekali Dampak Positif Pelaksanaan Lari Borobudur Marathon
Minggu, 16 Nov 2025, 20:15 WIBMAGELANG â Banyak keuntungan yang diperoleh dari Marathon Borobudur, Magelang, Jateng. Ini bisa menarik wisatawan. Diikuti 11.500 dari 38 negara, jelas mendongkrak ekonomi. Kemudian, jelas menghidupkan usaha-usaha keceil setempat.
Perhelatan lomba lari Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 sukses digelar di kawasan Borobudur Kabupaten Magelang. Bahkan, gelaran ini telah menyandang status elite label dari World Olympic. Direktur Utama Bank Jateng Irianto Harko Saputro, di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Minggu, mengatakan perhelatan ini tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah, tetapi juga menggeliatkan perekonomian daerah.
"Terkhusus dari sektor konsumsi, seperti penginapan hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), transportasi, dan lainnya," katanya pula. Ia mengatakan, ajang itu juga melibatkan partisipasi puluhan pelaku UMKM di dalam area penyelenggaraan.Mereka terangkum dalam program Bank Jateng Pawone dan Berdikari. Terdiri dari pelaku usaha kuliner, serta kerajinan, dan fesyen.
"Ada 46 UMKM Berdikari dan 20 UMKM Pawone menjadi satu. Kita ingin dampak bisa dirasakan selain untuk pelari, juga seluruh masyarakat Jawa Tengah khususnya di Magelang," katanya lagi. Ia berharap, kegiatan lomba lari ini memberikan dampak ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat sekitar. Pengelola homestay Sandyakala di Dusun Brongkol, Desa Tanjungsari Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Unfa Agustia mengaku, mendapatkan dampak positif dari gelaran Borobudur Marathon 2025. Menurutnya, secara umum masyarakat terbuka dan menyambut baik gelaran itu.
"Saya pelaku usaha penginapan merasa diuntungkan. Karena dengan adanya event seperti ini, makin cuan," katanya pula. Ia menuturkan, Borobudur Marathon telah menjadi salah satu faktor pemicu usahanya berkembang. Pada pertengahan 2023, usaha penginapan dengan tiga kamar deluxe mulai dibangun.
Saat itu, pembangunan baru setengah jadi, tetapi menjelang Borobudur Marathon 2023 ada antrean pesanan orang menginap. Itu dipesan bahkan enam bulan sebelum penyelenggaraan. "Itu yang memacu kami supaya homestay cepat jadi pembangunannya. Kalau enggak, mungkin saja belum jadi pada saat itu," katanya lagi.
Cross Country Lombok Jadi Event Tahunan
Sementara itu, Â Wakil Bupati Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H Moh Edwin Hadiwijaya berharap ajang lari cross country atau lintas daerah di Desa Wisata Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, bisa menjadi event tahunan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan ekonomi warga lokal. "Kegiatan cross country yang diikuti ratusan peserta dari komunitas lari dan pecinta olahraga alam ini bisa menjadi event tahunan," kata H Moh Edwin Hadiwijaya saat melepas peserta lari di Lombok Timur, Minggu.
Wabup mengapresiasi kegiatan cross country kepada komunitas Be-lari yang terus berkomitmen dan mendukung event yang menantang adrenalin dan berharap kegiatan ini bukan sesaat tetapi berkelanjutan untuk meningkatkan promosi pariwisata di Lombok Timur. "Kami harapkan Pemdes Jeruk Manis mampu menjadikan event ini menjadi event tahunan bukan event sesaat," katanya.
"Kepada para peserta lari saya berharap event ini dapat menjadi daya tarik minat peserta untuk kembali menjadikan Jeruk Manis sebagai destinasi favorit," katanya. Ia mengatakan Desa Jeruk Manis ini memiliki sensasional yang unik, dan memiliki daya tarik tersendiri terutama wisata alamnya.
"Jeruk Manis memiliki potensi alam yang cukup indah, dan sensasional ini dapat menarik para pelari dan wisatawan untuk dapat ke desa Jeruk manis, sehingga event cross country ini dapat terselenggara berkelanjutan," katanya.
Gelaran cross country di Jeruk Manis menawarkan tantangan alam yang memikat dengan dua kategori utama, yaitu 10 K dan 25 K. Start dari Lapangan Jeruk Manis, para peserta akan menapaki jalur perkampungan sebelum mendaki ke kawasan Gunung Kukus.
Rute ini menyajikan kombinasi medan tanah, tanjakan terjal, dan pemandangan alam yang sensasional. Khusus untuk kategori 25K, tantangan diperluas dengan melintasi jalur Ulem-Ulem, menguji ketahanan pelari jarak menengah-panjang.
Selama kompetisi lari ini panitia menyiapkan hiburan musik serta tenda-tenda Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjual berbagai produk lokal, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga produk khas desa.
Kehadiran stan-stan ini tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga memberikan kesempatan langsung bagi pelaku usaha mikro untuk menarik pengunjung, sejalan dengan harapan untuk mempromosikan potensi wisata alam sekaligus mendorong gaya hidup sehat melalui olahraga lari lintas alam di Kabupaten Lombok Timur.
- Borobudur Marathon
- Bangkitkan Pariwisata
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Pertempuran Kembali Pecah di Aleppo, Milisi Kurdi SDF Hancurkan Tank T-72 Angkatan Darat Suriah
-
Ahmad Sahroni Dinonaktifkan 6 Bulan dari DPR
-
Kemenhub Nyatakan Pembatasan Angkutan Barang saat Lebaran Dimulai 13 Maret
-
Penyintas bencana alam masih tinggal di huntara
-
BI Lampung Ingatkan Potensi Kenaikan Inflasi Selama Ramadan dan Idul Fitri
-
Mengawal Pemenuhan Hak Peraih Juara ASEAN Para Games 2025
-
Petugas Gabungan Evakuasi Trenggiling dari Peti Kemas Kosong di Kotawaringin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.