BMKG Peringatkan Dampak Bibit Siklon 97S terhadap Cuaca NTB
Jumat, 14 Nov 2025, 18:50 WIBMataram - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kemunculan Bibit Siklon Tropis 97S di Perairan Samudera Hindia sebelah barat daya Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin, kencang, dan gelombang tinggi.
"Kami imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi NTB Satria Topan Primadi dalam laporan di Mataram, Jumat (14/11).
Satria menuturkan Bibit Siklon 97S memiliki kecepatan angin maksimum 15 knot dengan tekanan minimum 1.009 hPa, serta belum menunjukkan penguatan signifikan berdasarkan analisis atmosfer terbaru per Jumat pagi waktu setempat.
BMKG memprakirakan pola sirkulasi bibit siklon bergerak ke arah timur dalam 24 jam mendatang, kemudian berpeluang melemah dalam 48 hingga 72 jam dengan pergerakan menuju selatan Rote dan Timor di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kondisi atmosfer yang tidak stabil, lanjut dia, meningkatkan pembentukan awan konvektif dan berpotensi memicu hujan sedang hingga sangat lebat, disertai petir serta angin kencang di berbagai wilayah kabupaten/kota di NTB.
"Wilayah terdampak meliputi Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Kabupaten Bima, serta Kota Bima dalam periode 24 jam mendatang," ujar Satria.
Lebih lanjut dia mengungkapkan gelombang setinggi 1,25 meter hingga 2,5 meter berpotensi terjadi Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape, serta Samudera Hindia bagian selatan NTB, hingga 16 November 2025.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, petir, pohon tumbang, dan banjir rob, serta mengamankan lingkungan sekitar untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.
"Kami meminta pemerintah daerah memperkuat langkah mitigasi melalui pengecekan drainase, penyuluhan kebencanaan, serta koordinasi lintas instansi dalam mengantisipasi dampak lanjutan cuaca ekstrem di wilayah NTB," ujar Satria.
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Update Arus Balik Lebaran 30 Maret 2026: Data Okupansi KAI dan Sisa Tiket Kereta
-
Setelah Selat Hormuz, Kini Giliran Yaman Ancam Tutup Jalur Laut Merah
-
Taman Bendera Pusaka: Antara Keindahan Arsitektur dan Tantangan Budaya Membuang Sampah
-
Kanwil BPN, Kanwil Kemenag, dan Kejati Kepri Teken MoU
-
Susu MBG Dijual di Minimarket, Kok Bisa? Ini Klarifikasi BGN
-
Kiandra Ramadhipa Pembalap Indonesia akan Tampil di Moto3 Junior World Championship 2026
-
Amerika Lega, Inggris Relakan Pangkalan-pangkalannya untuk Basis Serang Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.