Blue Origin Sukses Luncurkan Roket Raksasa yang Membawa Pesawat Kembar NASA ke Planet Mars
📅 Jumat, 14 Nov 2025, 08:28 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AP
CAPE CANAVERAL - Blue Origin milik Jeff Bezos berhasil meluncurkan roket New Glenn pada hari Kamis (13/11) dengan pesawat kembar NASA yang akan menuju Planet Mars, dan berhasil mendaratkan pendorongnya.
Peluncuran sempat tertunda selama berhari-hari karena cuaca di Bumi dan luar angkasa, tetapi penantian itu terbayar: dalam penerbangan kedua roket tersebut, Blue Origin berhasil mengambil pendorong untuk digunakan kembali.
Sorak sorai meriah terdengar di lokasi peluncuran di Cape Canaveral, Florida, saat pendorong tersebut dengan anggun mendarat di platform terapung. Sebelum hari Kamis, hanya SpaceX milik Elon Musk yang berhasil melakukan manuver seperti itu dengan roket kelas orbital.
Pencapaian Blue Origin ini terjadi di tengah persaingan yang semakin ketat antara dua perusahaan antariksa swasta milik miliarder tersebut, karena badan antariksa AS, NASA, baru-baru ini membuka tender untuk misi ke Bulan yang direncanakannya.
"Wah, itu sungguh mengasyikkan!" kata Jared Isaacman di X, memberi selamat kepada Blue Origin. Isaacman adalah sekutu Musk yang baru-baru ini dicalonkan kembali oleh Presiden Donald Trump untuk memimpin NASA.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejumlah tokoh di SpaceX juga memuji para pesaing mereka, termasuk Musk: "Selamat @JeffBezos dan tim @BlueOrigin!" ujarnya di X.
Peluncuran tersebut berulang kali ditunda, pada hari Minggu karena cuaca di Bumi, dan pada hari Rabu karena cuaca di luar angkasa.
Penundaan kedua terjadi karena "aktivitas matahari yang sangat tinggi" yang dikhawatirkan NASA dapat berdampak atau merusak wahana antariksanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dan beberapa gangguan menyebabkan penundaan lagi pada hari Kamis -- penundaan yang tidak dijelaskan oleh Blue Origin. Namun pada pukul 15.55 (20.55 GMT), New Glenn akhirnya lepas landas.
Roket sepanjang 322 kaki (98 meter) itu kini bertugas mengirim wahana antariksa kembar ESCAPADE NASA ke Mars, dalam upaya mempelajari sejarah iklim Planet Merah dengan harapan eksplorasi manusia pada akhirnya.
Tepuk tangan kembali bergema saat wahana antariksa tersebut berhasil diluncurkan.
Joseph Westlake, seorang ahli heliofisika NASA, menjelaskan dalam siaran web hari Kamis bagaimana wahana antariksa kembar bernama "Biru" dan "Emas" pertama-tama akan menemukan "orbit parkir yang aman dan nyaman" untuk melakukan "pengukuran cuaca antariksa di Bumi."
Kemudian, setelah planet-planet mencapai kesejajaran ideal pada musim gugur 2026, wahana antariksa tersebut akan mendapatkan dorongan dari gravitasi Bumi dan memulai perjalanan ke Mars, tempat mereka akan tiba pada tahun 2027.
Peluncuran jenis ini memungkinkan misi yang lebih sering di masa mendatang, karena misi tersebut dapat dilakukan di luar rentang kesejajaran langsung Bumi dan Mars yang terjadi kira-kira sekali setiap dua tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!