PBB: Permintaan AC Meningkat Tiga Kali Lipat pada 2050

Kamis, 13 Nov 2025, 02:15 WIB

JENEWA - Permintaan global untuk pendingin udara dapat meningkat lebih dari tiga kali lipat pada tahun 2050, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan hal ini pada Selasa (11/11) saat menyerukan solusi pendinginan yang lebih berkelanjutan.

Program Lingkungan Hidup PBB mengatakan permintaan dapat melonjak karena peningkatan populasi dan kekayaan di seluruh dunia, dikombinasikan dengan cuaca panas yang lebih ekstrem.

Ket. Foto: Inger Andersen — Sumber: AFP/SIMON MAINA

“Meningkatnya permintaan untuk sistem pendingin yang lebih berpolusi dan tidak efisien akan menggandakan emisi gas rumah kaca terkait pendinginan dibandingkan tingkat tahun 2022," kata UNEP dalam laporannya yang berjudul “Global Cooling Watch 2025” di sela-sela pertemuan puncak iklim PBB COP30 di Belem di Amazon Brasil.

"Kapasitas pendinginan terpasang diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat pada tahun 2050. Namun miliaran orang masih akan kekurangan perlindungan memadai dari panas. Kita harus menata ulang sistem pendinginan, bukan sebagai sumber emisi, melainkan sebagai landasan ketahanan terhadap panas dan pembangunan berkelanjutan," ungkap laporan tersebut.

Pertumbuhan paling pesat dalam permintaan pendinginan diproyeksikan terjadi di Afrika dan Asia Selatan.

"Seiring gelombang panas yang mematikan menjadi semakin sering dan ekstrem, akses terhadap pendinginan harus diperlakukan sebagai infrastruktur penting di samping air, energi, dan sanitasi," kata kepala UNEP, Inger Andersen, dalam sebuah pernyataan.

"Solusi pasif, hemat energi, dan berbasis alam, dapat membantu memenuhi kebutuhan pendinginan kita yang terus meningkat dan menjaga masyarakat, rantai makanan, dan perekonomian tetap aman dari panas seiring kita mengejar tujuan iklim global," imbuh dia. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.