- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pasukan Thailand dan Kambo...
Pasukan Thailand dan Kamboja Bentrokan Lagi
Kamis, 13 Nov 2025, 02:45 WIBPHNOM PENH - Kamboja dan Thailand pada Rabu (12/11) saling tuduh terkait bentrokan terbaru di sepanjang perbatasan mereka. Phnom Penh melaporkan satu warga sipil tewas tertembak dalam permusuhan yang berkobar setelah Bangkok menyatakan menghentikan implementasi perjanjian damai yang didukung Amerika Serikat (AS).
Pertempuran lima hari sempat meletus antara Thailand dan Kamboja pada musim panas lalu, menewaskan 43 orang dan membuat sekitar 300.000 orang mengungsi sebelum gencatan senjata yang didukung oleh Presiden Donald Trump mulai berlaku.
Namun Thailand pada Senin (10/11) lalu memutuskan untuk menunda implementasi perjanjian lanjutan untuk meredakan permusuhan, dengan mengklaim ledakan ranjau darat yang baru dipasang telah melukai empat tentaranya.
Hanya dua hari kemudian, para pejabat dari kedua belah pihak melaporkan adanya tembakan di perbatasan antara Provinsi Sa Kaeo di Thailand dan Provinsi Banteay Meanchey di Kamboja.
Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, mengatakan tiga warga sipil terluka dan satu orang lainnya tewas.
"Tindakan tersebut bertentangan dengan semangat kemanusiaan dan kesepakatan terbaru untuk menyelesaikan masalah perbatasan secara damai," ujar dia dalam sebuah unggahan di Facebook.
Namun Bangkok menyalahkan pasukan Kamboja yang telah melepaskan tembakan ke wilayah Thailand, kata juru bicara Angkatan Darat Kerajaan Thailand, Winthai Suvaree.
âPasukan Thailand berlindung dan melepaskan tembakan peringatan sebagai tanggapan," ujar dia seraya melaporkan bahwa dalam insiden yang berlangsung sekitar 10 menit itu tanpa ada korban jiwa dari pihak Thailand.
Kementerian Informasi Kamboja membagikan gambar dan video yang diduga menunjukkan warga sipil yang terluka, termasuk seorang pria yang dirawat di ambulans dengan kaki berlumuran darah. AFP tidak dapat memverifikasi asal-usul gambar tersebut.
Selama lebih dari satu abad kedua negara tetangga di Asia Tenggara ini telah memperebutkan kedaulatan atas titik-titik yang tidak dibatasi di sepanjang perbatasan darat mereka yang panjangnya 817 kilometer, yang pertama kali dipetakan pada tahun 1907 oleh Prancis saat negara itu memerintah Kamboja sebagai koloni, dengan kedua belah pihak mengklaim beberapa kuil di perbatasan.
Tuntut Permintaan Maaf
Sebelum terjadi baku tembak, Thailand menuntut permintaan maaf dari Kamboja setelah menuduhnya menanam ranjau darat baru yang telah melukai tentara Thailand , kata seorang pejabat kementerian luar negeri pada Rabu.
"Kami ingin pihak Kamboja menyampaikan permintaan maaf," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura, kepada wartawan.
"Kami meminta mereka untuk mencari fakta tentang apa yang terjadi dan siapa yang bertanggung jawab, dan dengan itu, meminta mereka untuk mengambil langkah-langkah guna mencegah terulangnya situasi serupa di masa mendatang," imbuh dia.
Seorang juru bicara pemerintah Kamboja menolak mengomentari tuntutan Thailand.
Sebelumnya pada Selasa (11/11) Kamboja membantah tuduhan bahwa mereka telah memasang ranjau baru dan mengatakan pihaknya berkomitmen untuk bekerja sama dengan Thailand sesuai dengan kesepakatan.
Ledakan ranjau darat di sepanjang wilayah perbatasan yang disengketakan merupakan salah satu pemicu bentrokan di perbatasan, dengan sedikitnya tujuh tentara Thailand terluka parah dalam banyak insiden terkait ranjau sejak 16 Juli. AFP/CNA/I-1
- thailand
- cambodia
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Banjir Rendam 5 Desa di Gorontalo Utara, Pemkab Langsung Kerahkan Bantuan.
-
Pemkot Jaktim Segel Lapangan Padel Ilegal
-
De la Fuente Tetap Tenang Usai Spanyol Ditahan Imbang Tanjung Verde, La Roja Yakin Mampu Bangkit
-
ESDM Soroti Tambang Andesit Tanpa Izin di Jepara, Berpotensi Kurangi Cadangan Air.
-
Wamendagri Bima Arya Puji Kampung Bahagia Jambi: Soroti RT Punya Peran Krusial
-
Harga Emas Antam Naik Tipis Rp2.000 Jadi Rp2,711 Juta/Gr pada Sabtu Pagi Ini
-
Asik, Sambut Libur Sekolah PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.