AS Kirim Kapal Induk ke Amerika Latin

Kamis, 13 Nov 2025, 02:30 WIB

WASHINGTON DC – Pejabat Amerika Serikat (AS) pada Selasa (11/11) menyatakan bahwa armada penyerang kapal induk Gerald R Ford telah bergerak ke wilayah Amerika Latin yang secara dramatis meningkatkan pengerahan militer yang telah memperdalam ketegangan dengan Venezuela.

Presiden Donald Trump memerintahkan pengerahan kapal induk Gerald Ford pada Oktober, menambah delapan kapal perang, satu kapal selam nuklir, dan pesawat F-35 yang sudah ada di Karibia. Gerald Ford, yang ditugaskan pada 2017, adalah kapal induk terbaru AS dan terbesar di dunia, dengan lebih dari 5.000 pelaut di dalamnya.

Ket. Foto: Kapal induk Gerald R Ford — Sumber: AFP/Jonathan KLEIN

Pentagon mengkonfirmasi kedatangan tersebut dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa hal itu akan membantu mengganggu perdagangan narkotika dan melemahkan serta membongkar Organisasi Kriminal Transnasional.

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, telah berulang kali menuduh bahwa pengerahan militer AS itu dirancang untuk menggulingkannya dari kekuasaan.

Washington DC pada Agustus lalu menggandakan imbalan untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro hingga US$50 juta, menuduhnya memiliki hubungan dengan perdagangan narkoba dan kelompok kriminal yang dibantah oleh Maduro.

Militer AS telah melakukan sedikitnya 19 serangan sejauh ini terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di Karibia dan di lepas pantai Pasifik Amerika Latin, dan menewaskan sedikitnya 76 orang.

Ketika AS pertama kali mengumumkan pengerahan Gerald Ford, Presiden Maduro memperingatkan bahwa jika AS melakukan intervensi di negara tersebut, maka jutaan pria dan perempuan dengan senapan akan berbaris melintasi negara tersebut.

Venezuela mengerahkan senjata, termasuk peralatan buatan Russia yang berusia puluhan tahun, dan berencana untuk melancarkan perlawanan gerilya atau menebar kekacauan jika terjadi serangan udara atau darat AS, menurut sumber yang mengetahui upaya tersebut.

Ketegangan antara AS dan tetangga Venezuela, Kolombia, juga meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan Trump dan Presiden Kolombia, Gustavo Petro, saling bertukar sindir.

Trump menjuluki Petro sebagai pemimpin narkoba ilegal dan menjatuhkan sanksi kepadanya. Sementara presiden Kolombia yang berhaluan kiri menuduh AS melakukan pembunuhan melalui serangannya.

Investigasi visual menemukan bahwa militer AS sedang meningkatkan pangkalan angkatan laut era Perang Dingin yang telah lama ditinggalkan di Karibia, yang menunjukkan persiapan untuk operasi berkelanjutan yang dapat membantu mendukung kemungkinan tindakan di dalam Venezuela.

Namun, pengerahan kapal induk Gerald Ford merupakan demonstrasi yang jauh lebih nyata mengenai kesiapan militer AS. Kapal induk yang dilengkapi reaktor nuklir ini, dapat menampung lebih dari 75 pesawat militer, termasuk pesawat tempur seperti jet F-18 Super Hornet dan E-2 Hawkeye, yang dapat bertindak sebagai sistem peringatan dini.

Gerald Ford juga menyertakan radar canggih yang dapat membantu mengendalikan lalu lintas udara dan navigasi.

Sedangkan kapal-kapal pendukungnya seperti kapal penjelajah misil berpemandu kelas Ticonderoga, Normandy, kapal perusak misil berpemandu kelas Arleigh Burke, Thomas Hudner, Ramage, Carney, dan Roosevelt, memiliki kemampuan peperangan permukaan-ke-udara, permukaan-ke-permukaan, dan anti-kapal selam. ST/I-1

  • gerald ford

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.