KTT G7 di Kanada Fokus Perdamaian Ukraina & Timur Tengah: Waktunya untuk Bertindak?

Selasa, 11 Nov 2025, 20:15 WIB

JAKARTA - Kanada menjadi tuan rumah pertemuan puncak G7 yang akan membahas langkah-langkah memperkuat perdamaian global, terutama di Ukraina dan Timur Tengah. KTT yang digelar pada Senin (11/11) ini mempertemukan para pemimpin negara industri maju untuk mencari solusi terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik.

Pertemuan tersebut diadakan di kota Quebec dan dihadiri oleh para pemimpin dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Uni Eropa. Fokus utama pertemuan adalah memperkuat solidaritas dalam menghadapi perang Rusia–Ukraina serta konflik yang terus berkecamuk di Gaza.

Ket. Foto: Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand tiba untuk menyampaikan pidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 di Markas Besar PBB di New York City, AS, 29 September 2025. — Sumber: Reuters

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyatakan bahwa forum G7 tahun ini akan menjadi wadah untuk menegaskan kembali komitmen terhadap perdamaian global dan stabilitas ekonomi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara dalam menghadapi ancaman bersama, baik dari sisi kemanusiaan maupun keamanan internasional.

"G7 memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong perdamaian di wilayah yang tengah berkonflik dan memastikan bantuan kemanusiaan sampai kepada mereka yang membutuhkan," ujar Trudeau dalam konferensi pers pembuka.

Presiden AS Joe Biden dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di sela-sela KTT guna membahas strategi baru dalam mempertahankan wilayah Ukraina dari serangan Rusia. Diskusi juga akan mencakup kelanjutan dukungan militer Barat serta sanksi terhadap Moskow.

Sementara itu, isu Timur Tengah juga akan menjadi perhatian serius menyusul meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza. Para pemimpin G7 disebut akan menekan upaya gencatan senjata dan mendorong bantuan kemanusiaan yang lebih besar bagi warga sipil di wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menegaskan bahwa diplomasi multilateral harus diperkuat untuk mencegah meluasnya konflik di kawasan.

"Kita tidak bisa membiarkan Timur Tengah terjebak dalam siklus kekerasan tanpa akhir," katanya.

Selain isu geopolitik, KTT G7 di Kanada juga akan membahas transisi energi bersih dan ketahanan ekonomi global. Negara-negara anggota berkomitmen mempercepat penggunaan energi terbarukan serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sebagai bagian dari strategi iklim dunia.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menyampaikan bahwa stabilitas ekonomi dunia tidak dapat dipisahkan dari perdamaian politik. Ia menekankan perlunya inovasi teknologi dan kerja sama ekonomi yang lebih kuat antaranggota G7 untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Dalam sidang pleno pertama, para pemimpin juga akan membicarakan langkah konkret untuk memperkuat sistem pertahanan siber dan melawan disinformasi yang dapat mengancam keamanan nasional masing-masing negara. Kanada menilai isu ini penting karena banyak negara kini menghadapi ancaman digital lintas batas.

Uni Eropa diwakili oleh Presiden Komisi Ursula von der Leyen yang menyoroti pentingnya solidaritas internasional dalam membantu negara-negara terdampak perang.

"Kita harus bertindak bersama, karena krisis ini tidak mengenal batas," ujarnya.

Pertemuan G7 tahun ini menjadi ujian penting bagi diplomasi global di tengah meningkatnya ketegangan antara kekuatan besar dunia. Banyak pihak berharap pertemuan di Kanada akan menghasilkan langkah nyata menuju stabilitas dan perdamaian di dua kawasan paling panas di dunia saat ini: Ukraina dan Timur Tengah.

Dengan latar belakang krisis kemanusiaan dan geopolitik yang terus berkembang, KTT G7 di Kanada diyakini menjadi momen krusial untuk mengukur seberapa besar komitmen negara-negara besar dalam menjaga tatanan dunia yang damai dan berkelanjutan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.