Kecam Diplomat Tiongkok, Jepang Kecolongan Ancaman Serius ke PM Baru

Senin, 10 Nov 2025, 20:15 WIB

JAKARTA - Jepang mengkritik seorang diplomat Tiongkok karena membuat pernyataan yang dianggap sangat tidak pantas terhadap Perdana Menteri baru Jepang, Sanae Takaichi, pada Senin (10/11). Pernyataan ini muncul setelah Takaichi menyarankan bahwa Tokyo dapat mengambil tindakan militer jika Beijing menyerang Taiwan, negara tetangga yang diklaim Tiongkok.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Tokyo, George Glass, juga ikut menyoroti kejadian ini, menyebut Konsul Jenderal Tiongkok di Osaka, Xue Jian, telah mengancam Takaichi melalui unggahan di X yang kemudian dihapus. Dalam postingannya, Xue membagikan artikel tentang pernyataan Takaichi dan menambahkan komentar, "Leher kotor yang menancap di dalamnya harus dipotong."

Ket. Foto: Perdana Menteri baru Jepang, Sanae Takaichi, menyampaikan pidato kebijakan pertamanya di parlemen, di Tokyo, Jepang, 24 Oktober 2025. — Sumber: Reuters

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, menyatakan bahwa maksud unggahan tersebut tidak sepenuhnya jelas, tetapi menegaskan bahwa Xue telah membuat beberapa pernyataan yang tidak pantas. Tokyo telah berulang kali meminta Beijing untuk mengambil tindakan tepat terkait insiden ini.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, membela unggahan Xue sebagai tanggapan terhadap pernyataan Takaichi yang dianggap salah dan berbahaya mengenai Taiwan. Lin meminta Jepang untuk mempertimbangkan kembali tanggung jawab historisnya dalam konteks regional.

Karen Kuo, juru bicara kantor kepresidenan Taiwan, menyebut pemerintah Taiwan menanggapi serius pernyataan mengancam dari pejabat Tiongkok tersebut. Ia menekankan, Perilaku seperti itu jelas melampaui etika diplomatik dan menimbulkan risiko bagi stabilitas kawasan.

Takaichi sebelumnya mengatakan kepada parlemen Jepang bahwa serangan terhadap Taiwan dapat dianggap sebagai situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang. Istilah ini memungkinkan perdana menteri Jepang untuk mengerahkan Pasukan Bela Diri, sesuai hukum yang diperkenalkan pada 2015.

Pernyataan Takaichi berbeda dari pendekatan perdana menteri sebelumnya yang biasanya menghindari menyebut Taiwan saat membahas skenario militer. Perselisihan diplomatik ini muncul kurang dari sebulan setelah Takaichi menjabat dan sekitar dua minggu setelah unggahannya bersama perwakilan Taiwan di Seoul memicu kemarahan Beijing.

Meski demikian, Takaichi menegaskan pada Senin bahwa pernyataannya bersifat hipotesis dan ia akan menahan diri dari komentar serupa di parlemen di masa mendatang. Hal ini menegaskan niat pemerintah Jepang untuk berhati-hati namun tetap menegaskan sikap tegas terhadap potensi ancaman regional.

Duta Besar AS untuk Jepang, George Glass, menambahkan komentar pedas di X dengan menyebut, "Topengnya melorot lagi," terkait unggahan Xue yang mengancam PM Takaichi dan rakyat Jepang. Pernyataan ini menegaskan dukungan AS terhadap Jepang dalam menghadapi tekanan diplomatik dari Tiongkok.

Presiden AS, Donald Trump, disebut-sebut juga menekankan bahwa Xi Jinping menjamin tidak akan menginvasi Taiwan selama masa jabatannya. Trump belum menyetujui rencana penjualan senjata baru ke Taipei, namun tetap memantau ketegangan di Asia Timur.

Tindakan diplomat Tiongkok ini menandai eskalasi retorika setelah periode relatif tenang antara kedua negara. Hubungan Jepang-Tiongkok yang sebelumnya stabil kini kembali tertekan, seiring tindakan Takaichi mempercepat pembangunan pertahanan untuk menahan ambisi militer Beijing di kawasan.

Para analis menilai, insiden ini bisa memicu ketegangan lebih lanjut di Asia Timur, mengingat kedekatan geografis Taiwan dengan Jepang dan pentingnya keamanan regional. Meski begitu, Tokyo tetap menekankan perlunya diplomasi hati-hati sekaligus kesiapsiagaan militer yang proporsional.

Dengan situasi ini, publik Jepang dan dunia internasional memantau respons Beijing dan langkah-langkah Tokyo ke depan. Ketegangan diplomatik terbaru ini menjadi pengingat bahwa masalah Taiwan tetap menjadi isu sensitif dan berpotensi memengaruhi stabilitas regional dalam jangka panjang.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.